Perhatikan Sirkulasi Udara Demi Cegah Penyebaran Virus

Hindari kondisi ruangan tertutup dan sirkulasi udara buruk. Ini sangat berisiko terjadi penularan virus.
Image title
Oleh Alfons Yoshio - Tim Riset dan Publikasi
7 Februari 2021, 11:25
WHO Menyebut Varian Baru Virus Corona Ditemukan di Luar Inggris
ANTARA/Shutterstock

Jika beraktivitas dalam ruangan bersama orang lain ada baiknya memastikan sirkulasi udara berjalan dengan baik. Ketua Tim Mitigasi Covid-19 PB IDI, Dr. Muhammad Adib Khumaidi menjelaskan anjuran WHO dalam beraktivitas dalam ruangan, lebih baik membuka jendela dalam masa pandemi Covid-19.

“Dalam kondisi pandemic, AC kurang dianjurkan. Lebih baik membuka jendela,”ucapkanya dikutip dari Antara.

Saran yang sama juga diungkapkan Ketua Umum Perhimpunan Sarjana dan Profesional Kesehatan Masyarakat Indonesia, Prof. Dr. Ridwan Amiruddin. Menurutnya, selain protokol kesehatan memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak, WHO juga menganjurkan untuk membuka jendela dalam ruangan.

Anjuran ini berkaca dari sempat meningkatnya kluster perkantoran yang transmisinya banyak terjadi di ruangan ber-AC. Sebab itu dalam kondisi ruangan tertutup dan sirkulasi udara buruk sangat berisiko terjadi penularan virus.

Pada ruangan ber-AC, alat pendingin udara itu cenderung mengempaskan udara dengan kipas. Hal ini berpotensi membuat droplet tersebar ke penjuru ruangan.

Selain itu, berdasarkan analisis dari studi kasus penularan di Korea Selatan, penularan Covid-19 dari satu orang ke orang lain dalam satu ruangan tertutup terjadi meski minim interaksi. Di satu ruangan restoran ber-AC, transmisi virus terjadi meski antar individu tidak salin berkontak langsung.

“Jika dihadapkankan dengan kondisi ruangan yang tidak memungkinkan membuka jendela, misal berada di gedung tinggi, air purifier dengan HEPA filter bisa digunakan untuk menjaga ventilasi dalam ruangan,” kata Adib.

Adib menambahkan, sirkulasi udara yang baik ini menjadi penting karena saat ini masih banyak orang yang terinfeksi virus tidak menunjukkan gejala. Akan sulit mengetahui apakah rekan kerja atauapun orang lain yang berbagi ruangan adalah pembawa virus atau bukan.

Lebih lanjut dalam kasus isolasi mandiri, ruangan dengan jendela terbuka lebih disarankan.  Panggunaan AC dibatasi. Kalaupun ruangan isolasi mandiri terpaksa harus menggunakana AC, sebaiknya perangkat langsung dibersihkan setelah ruangan selesai dipakai untuk isolasi.

Rekomendasi yang tidak kalah penting adalah untuk selalu memakai masker. Masker sebaiknya jangan dilepas meski berada di ruangan tertutup dalam jangka waktu lama, kecuali saat makan dan minum.

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait