Antibodi Penyintas Covid-19 Meningkat Usai Dapat Satu Dosis Vaksin

Satu dosis itu berperan sebagai pengingat terhadap sistem kekebalan tubuh tentang cara melawan virus Covid-19
Image title
Oleh Doddy Rosadi - Tim Riset dan Publikasi
13 Februari 2021, 11:20
Petugas bersiap menyuntikkan vaksin COVID-19 produksi Sinovac kepada tenaga kesehatan saat kegiatan vaksinasi massal dosis pertama di Puskesmas Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat, Minggu (7/2/2021). Kementerian Kesehatan hingga Minggu (7/2) telah member
ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/rwa.

Otoritas  kesehatan tertinggi di Prancis, HAS merekomenasikan penyintas Covid-19 untuk tetap menerima vaksinasi. Namun, khusus untuk penyintas hanya akan diberikan satu dosis vaksin Covid-19.

HAS menilai sistem kekebalan tubuh penyintas sudah terbentuk sehingga satu dosis vaksin dianggap sudah cukup. Satu dosis itu hanya akan berperan sebagai ‘pengingat’ terhadap sistem kekebalan tubuh tentang cara melawan virus Covid-19.

Apabila diterapkan, keputusan HAS itu diharapkan bisa mempercepat proses vaksinasi di Prancis. Tiga vaksin yang sudah mendapatkan izin untuk digunakan di negara-negara Eropa yaitu Pfizer, Moderna dan Astra Zeneca dirancang untuk disuntikkan dua dosis dengan jarak dua minggu.

Dalam sebuah studi percobaan, dua dosis dengan jarak dua minggu menjadi satu-satunya cara untuk meningkatkan kekebatan tubuh seseorang terhadap virus. Per Kamis lalu, sudah lebih dari 2,1 juta warga Prancis yang divaksinasi. Dari jumlah itu, sudah lebih dari 500 ribu orang yang mendapatkan vaksin dosis kedua.

Namun, proses vaksinasi di Prancis dinilai sangat lambat. Karena, Perdana Menteri Prancis Jean Castex berjanji akan ada 4 juta dosis yang diberikan di bulan ini untuk dua kali vaksinasi.

Peneliti di sekolah kedokteran di Mouny Sinai New York, Amerika Serikat telah melakukan studi tentang efek vaksin terhadap penyintas Covid-19. Hasil awal studi tersebut menunjukkan, dari 109 orang penyintas yang sudah divaksin, tingkat antibodi naik hingga 10 sampai 20 kali ketika mendapatkan dosis pertama.

Tingkat antibodi penyintas akan naik lagi lebih tinggi dibandingkan mereka yang belum terinfeksi ketika menerima dosis kedua.

“Bukan hal yang mengejutkan bahwa infeksi natural bekerja sebagai vaksin utama sehingga dosis pertama akan menjadi peningkat,” kata Dr Viviana Simon yang menulis laporan tim kesehatan Mount Sinai, dilansir dari laman Channelnewsasia, Jumat (12/2/2021)

Viviana mengungkapkan, orang yang sudah terinfeksi Covid-19 sebaiknya tidak melewatkan proses vaksinasi. Karena, mendapatkan minimal satu dosis bisa meningkatkan antobodi dan memperluas spektrum antobodi yang diproduksi.

Di Indonesia, penyintas covid-19 tidak termasuk prioritas vaksinasi massal di Indonesia, karena mereka dianggap masih memiliki antibodi usai terinfeksi. Namun, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mempertimbangkan memberikan suntikan vaksin virus corona (Covid-19) kepada mereka yang pernah terpapar alias penyintas Covid-19.

Sebelumnya, Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) meminta pemerintah tetap memberikan suntikan vaksin terhadap mereka yang telah terpapar atau penyintas Covid-19.

"Penyintas Covid-19 jika sudah sembuh minimal 3 bulan, maka layak diberikan vaksin covid-19," kata Ketua Badan Khusus Satgas Imunisasi Dewasa PAPDI Samsuridjal Djauzi.

 

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait