2021, Usaha Mikro dan Kecil Bangkit

Sebagian UMKM yang berhasil bertahan di masa pandemi notabene mengandalkan ICT (information, communication, and technology).
Image title
Oleh Dini Hariyanti - Tim Riset dan Publikasi
14 Februari 2021, 13:26
KIOS UMKM DI TAMAN SUMENEP
ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/aww.

Di tengah tantangan ekonomi saat pandemi Covid-19, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia berpeluang untuk rebound. Di antara berbagai peluang baru, setidaknya ada lima yang berpotensi terus laris saat krisis.

Lima opsi usaha tersebut adalah berjualan masker kain, makanan siap santap, les privat, makanan beku, dan kopi literan. Kalau soal masker kain, rasanya kita semua mengerti mengapa barang ini sekarang begitu laris manis. Alat pelindung diri seperti masker menjadi barang penting selama masa pandemi.

Kalau makanan siap santap dan makanan beku laris lantaran banyak orang mengurangi wisata kuliner di luar rumah. Sementara itu, soal les privat yang naik daun, terpengaruh penerapan pembelajaran jarak jauh yang membuat orang tua repot menemani anak belajar di rumah.

Lain halnya dengan kopi literan. Momen ngopi bersama kawan dan kerabat sekarang menjadi jauh lebih terbatas mengingat kita wajib disiplin 3M. Guna menyiasati hasrat ngopi enak, kedai kopi banyak menyediakan menu kopi literan yang bisa dipesan secara daring.

Semangat UMKM untuk kembali bergeliat pada tahun ini menjadi penting pascaterpuruk akibat pandemi selama tahun lalu. Berdasarkan survei LPEM UI dan UNDP pada 2020 diketahui, lebih dari 88 persen UMKM mengalami penurunan margin keuntungan selama pandemi hingga Agustus 2020.

LPEM UI mencatat, beberapa hal yang dapat mendukung pemulihan UMKM pada 2021 misalnya intervensi pemerintah dalam hal kesehatan dan fiskal. Ekonom Universitas Indonesia dan Direktur Eksekutif Next Policy, Fithra Faisal mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksikan akan memulih ke angka 4 hingga 6 persen pada tahun 2021.

“Intervensi kesehatan seperti vaksinasi akan mempercepat pemulihan konsumsi serta mengembalikan potensi investasi yang lebih luas. Lalu, intervensi fiskal dengan menambah stimulus hingga dua kali lipat di tahun 2021 akan menggairahkan sektor UMKM” kata Fithra dalam keterangan tertulisnya, akhir pekan ini.


Lebih spesifik, Fithra menyoroti sebagian UMKM yang berhasil bertahan notabene mengandalkan ICT (information, communication, and technology). Adopsi teknologi ini bisa jadi focal point untuk mendongkrak transaksi bahkan hingga ratusan persen. Banyaknya pelaku UMKM Indonesia yang sigap mengadopsi teknologi untuk bertahan juga dikonfirmasi oleh CEO Qasir Michael Williem. 

Michael menyatakan, perusahaan melihat langsung beberapa pelaku UMKM yang harus berjuang untuk mempertahankan usaha, melakukan perubahan bisnis, bahkan harus sampai gulung tikar. Sebagai perusahaan penyedia platform POS untuk usahawan nano dan mikro, Qasir mendapati mitra-mitra usahawan yang bertahan adalah mereka yang sigap melakukan adaptasi, baik itu adaptasi atas penerapan protokol kesehatan, juga adaptasi teknologi.

"Tidak dapat dipungkiri, transformasi digital membuat UMKM menjadi lebih berdaya saing. Misalnya, ketika pelaku bisnis UMKM menjalin kemitraan dengan layanan pengiriman online, kolaborasi dengan platform e-commerce dalam menjalankan promo, program bundling, dan strategi lain yang tujuannya membuat produk berputar terus,“ tutur Michael.


Strategi kedua yang dilihat Michael adalah kemampuan pelaku UMKM untuk menarget kebutuhan baru yang muncul di era kenormalan baru. “Ambil contoh bisnis kuliner. Sebelum pandemi, tipe kuliner yang dijual cukup standar jenisnya. Saat ini, kita lihat ada kopi kemasan literan, kue-kue kekinian yang biasanya ada di kafe high-end, sekarang bisa dibeli dengan harga terjangkau,” ujar Michael.

Belum lagi, imbuhnya, jika bicara soal segmen bisnis hobi seperti tanaman hias, kerajinan dan lainnya. Banyak sekali usaha-usaha baru justru bermunculan pada masa pandemi dan menarget generasi milenial yang digital savvy ini sebagai pangsa pasar.


Melihat daya tahan dan kreativitas pelaku usaha mikro saat ini, Michael cukup optimis bahwa UMKM Indonesia dapat kembali pulih di tahun 2021. Michael menambahkan, pola strategi bertahan UMKM di tahun ini seharusnya tidak jauh berbeda dari tahun sebelumnya.

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait