5 Kelompok Orang yang Wajib Tahu Dasar-dasar Isolasi Mandiri

Ada lima kelompok orang yang bisa melakukan isolasi mandiri. Mereka harus paham bagaimana melakukan isolasi mandiri yang benar agar tak menjadi klaster keluarga.
Image title
Oleh Dini Hariyanti - Tim Riset dan Publikasi
14 Februari 2021, 15:30
PERSIAPAN RSUD TIPE D UNTUK PASIEN COVID-19 BEKASI
ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/hp.

Isolasi mandiri atau isoman merupakan strategi pemutusan mata rantai penularan Covid-19 yang dilakukan dengan perawatan pasien terkonfirmasi positif di rumah. Isoman dilakukan hanya karena fasilitas rawat inap tidak tersedia atau bahkan tidaklah aman.

Oleh karena itu, isolasi mandiri (isoman) di rumah harus dilakukan dengan sangat ketat demi memutus rantai penyebaran virus corona. Dan yang pasti, anjuran isoman bisa berbeda setiap daerah karena menyesuaikan kondisi di masing-masing daerah.

Mengutip laman resmi Kawal Covid, diketahui setidaknya ada lima kelompok orang yang menjadi prioritas untuk melakukan isoman. Mereka adalah orang yang dirinya atau anggota keluarga yang tinggal bersamanya diduga:

Kontak dekat dengan orang yang kemungkinan positif Covid-19

1. Menunjukkan gejala-gejala awal Covid-19 (demam, anosmia, gejala flu)

2. Berstatus orang tanpa gejala/kontak erat/ODP yang menunggu hasil swab

3. Pasien dalam pengawasan PDP/probabel yang belum mendapatkan tempat di RS

4. Pasien yang sudah dipulangkan dari RS tetapi masih dianjurkan untuk isoman

Pandemic Talks menyebutkan bahwa lama isoman terbilang berbeda-beda mengikuti petunjuk tenaga kesehatan setempat untuk menyatakan selesai isoman. Bagi orang tanpa gejala, isolasi ini bisa berlaku sepuluh hari sejak pengambilan spesimen diagnosis konfirmasi. Sementara bagi orang dengan gejala ringan maka sepuluh hari sejak munculnya gejala ditambah tiga hari bebas gejala demam dan gangguan pernapasan.

Jika Anda memiliki indikasi untuk melakukan isoman maka harus selalu menggunakan masker, kemudian minimalisir kontak dengan anggota keluarga lain disertai jaga jarak aman sekitar 2 meter saat berinteraksi.

Jangan lupa, tidur di ruang terpisah dengan ventilasi baik dan gunakan alat makan terpisah dari anggota keluarga lain. Selain itu, lakukanlah pemeriksaan kesehatan mandiri berkala (suhu tubuh dan perkembangan gejala). Hal lain, bersihkan permukaan benda yang berdekatan dengan pasien.

Namun demikian, terdapat sekelumit kesalahan umum dalam menjalankan isolasi mandiri, salah satunya tetap makan bersama anggota keluarga lain. Selain itu, tidak memakai masker karena “hanya sebentar” menonton televisi atau aktivitas lain bersama anggota keluarga, serta tetap bepergian membeli kebutuhan sehari-hari. Hal semacam ini, alias isoman yang tidak dijalankan secara ketat, justru memicu timbulnya klaster keluarga.

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait