Kecerdasan Sosial, Kunci Masyarakat Hadapi Pandemi

Saling memahami dan berempati adalah salah satu komponen kecerdasan sosial yang jadi andalan masyarakat hadapi pandemi.
Image title
28 Februari 2021, 11:56
Kunci Hadapi Covid-19, Kasus Covid-19
ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/rwa.
Kecerdasan sosial menjadi poin penting yang membuat masyarakat memahami pandemi.

Sejak merebak di Indonesia awal Maret 2020 lalu, pandemi Covid-19 masih menjadi permasalahan di Indonesia hingga saat ini. Per 27 Februari 2021, pasien positif Covid-19 bertambah 6.208 orang. Total kasus mencapai 1.329.074 dengan 1.136.054 pasien dinyatakan sembuh dan 35.981 orang meninggal dunia. Sementara, orang dalam pemantauan (ODP) tercatat mencapai 55.495 orang.

Meski telah hampir setahun dilanda pandemi, masyarakat Indonesia masih memiliki beragam reaksi akan adanya Covid-19. Secara umum terdapat orang yang merasa takut, waspada dengan mematuhi anjuran pemerintah. Namun, tak sedikit yang masih abai dan egois.

Menurut analisis yang dilakukan oleh tim Pandemic Talks, akun Instagram yang mengompilasi dan menyajikan data resmi soal pandemi, pandemi mempengaruhi setiap orang dengan cara berbeda-beda.

Hal itu dipengaruhi dengan kelas sosial ekonomi, tingkat pendidikan, hingga profesi. Maka dari itu, respon setiap orang, perilaku, hingga cara berpikir akan pandemi berbeda-beda.

Pandemic Talks membagi beberapa kelompok orang seperti masyarakat kelas atas, kelas menengah, dan kelas bawah. Berdasarkan penelaahan Pandemic Talks, masyarakat kelas atas cenderung tidak terpengaruh pada sektor ekonomi. Namun, masih terdapat kesulitan seperti penyesuaian aktivitas hidup hingga kelelahan akan pandemi (pandemic fatigue).

Masyarakat yang tergolong dalam kelas ini cenderung mendapat akses informasi lebih baik, memiliki perawatan medis dan dana atau asuransi kesehatan yang terjamin, hingga memiliki kemampuan dan akses untuk bekerja dari rumah.

Di sisi lain, terdapat masyarakat kelas menengah yang juga memiliki beberapa kesulitan seperti adanya risiko pemutusan hubungan kerja (PHK), memiliki keuangan yang terbatas bahkan untuk keperluan pemeriksaan Covid-19, menghadapi risiko tertular klaster kantor, hingga persoalan rumah tangga seperti kesulitan mengurus sekolah daring anak.

Bahkan terdapat masyarakat kelas bawah yang memiliki persoalan hidup lainnya di luar pandemi. Pasalnya, masyarakat perlu tetap menghidupi keluarga dengan bekerja di luar rumah. Persoalannya, masyarakat cenderung minim akses akan dana atau asuransi kesehatan, minimnya pemahaman akan upaya pencegahan Covid-19, hingga berisiko terkena klaster keluarga karena memiliki ruang yang terbatas di rumah.

Kecerdasan Sosial jadi Kunci

Dengan adanya beragam kelas sosial tersebut, akses hingga kemampuan masyarakat mencerna pemahaman akan pandemi pun berbeda. Sebab, hal ini dipengaruhi oleh persoalan hidup yang ada pada masing-masing kelas sosial.

Tak hanya itu, prioritas masing-masing orang pun berbeda. Oleh karena itu, menurut analisis Pandemic Talks, kecerdasan sosial poin penting yang membuat seluruh masyarakat memahami pandemi.

“Miliki kecerdasan sosial untuk memahami dan mengerti reaksi berbagai macam orang saat pandemi,” tulis Pandemic Talks dalam publikasinya di Instagram.

Menurut jurnal yang bertajuk “Characteristics That Distinguish Outstanding Urban Principals: Emotional Intelligence, Social Intelligence and Environmental Adaptation” oleh Helen W Williams, kecerdasan sosial atau social intelligence adalah kemampuan individu untuk memahami orang lain dan mengelola hubungan antarindividu. Kemampuan kecerdasan sosial adalah empati, komunikasi yang baik, manajemen konflik, kepemimpinan, mengelola perubahan, hingga kolaborasi.

Pandemic Talks melihat bahwa terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan untuk saling memahami satu sama lain di tengah krisis virus Corona. Yang perlu dimengerti adalah masyarakat perlu memahami bahwa pandemi adalah penyakit komunal, menjalankan protokol kesehatan menjadi keharusan, menjaga keamanan keluarga inti dari virus, dan menjadi contoh yang baik dalam berperilaku dan bersikap di lingkaran sosial masing-masing.

Selain itu, memilik rasa simpati, empati, dan saling mendukung seluruh lapisan masyarakat yang membutuhkan bantuan sangat penting dilakukan. Tak kalah penting pula, seluruh masyarakat perlu saling mengerti kondisi sosial dan ekonomi orang lain, yang membuat setiap orang memiliki kesulitannya tersendiri di masa pandemi.

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait