Waspadai Defisit Transaksi Berjalan

Defisit transaksi berjalan pada kuartal III 2018 sebesar 3,37 persen terhadap PDB.
Image title
15 November 2018, 16:39

Meski sempat membaik selama tiga tahun terakhir, defisit transaksi berjalan terhadap produk domestik bruto (PDB) kembali melebar jelang penghujung 2018. Pada kuartal III, besaran defisitnya tercatat 3,37 persen. Angka ini semakin jauh dari batas defisit yang aman yaitu di bawah 3 persen.

Pelebaran defisit menunjukkan kebutuhan valuta asing (valas) untuk impor barang dan jasa tidak bisa diimbangi oleh pasokan valas dari ekspor. Kondisi ini membuat Indonesia makin bergantung pada investasi asing. Termasuk portofolio yang sifatnya jangka pendek. Ini membuat kurs rupiah rentan gejolak.

Ekonom dari Bank DBS memiliki penilaian serupa. Defisit transaksi berjalan bisa membuat negara semakin rentan terhadap gejolak global. Sementara menurut Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudistira Adinegara, kondisi tersebut dapat menyebabkan menurunnya kepercayaan investor.

(Lihat : Pemerintah: Defisit Transaksi Berjalan Melebar Seiring Ekonomi Tumbuh)

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.