PEN, Momentum Transformasi Ekonomi Berkelanjutan

Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sejatinya menjadi terobosan untuk membangun ekonomi hijau.
Image title
Oleh Alfons Yoshio - Tim Riset dan Publikasi
7 Oktober 2020, 19:45

Pandemi Covid-19 menghantam sektor ekonomi semua negara di dunia. Dalam jangka pendek, pandemi mengahambat aktivitas bisnis, tertundanya permintaan, dan meningkatkan angka kemiskinan serta pengangguran.

Tindakan pun diambil pemerintah masing-masing negara lewat program minimalisir transmisi virus dan pemulihan ekonomi. Beberapa negara di dunia bahkan memanfaatkan kesempatan ini untuk melakukan tranformasi ekonomi hijau.

Contoh dua tetangga terdekat, Malaysia dan Singapura menjadi dua negara dengan persentase program hijau tertinggi lewat stimulus Covid-19. Singapura mengalokasikan 10,8% dari pengeluarannya untuk program yang bersifat hijau, sementara Malaysia telah mengalokasikan 4,4%. Bentuknya sendiri mulai dari pembangunan infrastruktur energi baru terbarukan (EBT), pembangunan perumahan hijau, sampai dengan insentif untuk kendaraan listrik.

Indonesia lewat stimulus Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) seharusnya bisa mengambil langkah serupa. Investasi ke energi bersih dan relokasi anggaran dari program yang menambah emisi karbon bisa dilakukan. Sayangnya sejauh ini, program PEN masih berfokus pada pemulihan ekonomi saja.