Efektivitas Vaksin Covid-19 Tebatas, 3M Tetap Dibutuhkan

Masa berlaku efektivitas diperkirakan hanya bertahan 6 bulan hingga 2 tahun. Protokol kesehatan 3M harus terus diterapkan.
Image title
Oleh Dini Hariyanti - Tim Riset dan Publikasi
15 November 2020, 12:03

Vaksin Covid-19 memiliki jangka waktu terbatas untuk menciptakan sistem imun di tubuh seseorang. Masa berlaku efektivitas vaksin saat ini diperkirakan hanya bertahan 6 bulan hingga 2 tahun. Menyadari hal ini, protokol kesehatan 3M perlu untuk terus menjadi kebiasaan baru di tengah masyarakat.

Berdasarkan pemberitaan media diketahui, ada 10 kandidat vaksin Covid-19 di dunia: vaksin dari Pfizer, vaksin Universitas Oxford, Sinovac, Sinopharm (Wuhan Institute & Beijing Institute), Moderna, Gameleya Research Institute, CanSino Biologics, Janssen Pharma, BioNtech, & Novavax. Kandidat paling menjanjikan dikabarkan vaksin Pfizer, diklaim 90% efektif.

Adapun di Indonesia, pemerintah juga menaruh perhatian besar terhadap upaya penemuan vaksin Covid-19. Kemenkeu mencadangkan anggaran Rp 34,32 triliun untuk pengadaan vaksin, terdiri dari Rp 5 triliun untuk tahun ini dan Rp 29,23 triliun untuk pengadaan pada 2021.

Rencana vaksinasi akan dilakukan pada akhir November 2020, dengan syarat vaksin sudah tersedia dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyelesaikan pemeriksaan keamanan dan kehalalan vaksin. Pemerintah akan menanggung biaya vaksinasi tahap pertama untuk 9,1 juta orang. Selain menyiapkan vaksinasi tahap pertama yakni untuk kelompok dengan risiko tinggi tertular COVID-19, pemerintah juga mempersiapkan pelayanan bagi warga yang ingin vaksinasi dengan biaya sendiri. 

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan