Anak-Anak Tidak Kebal Covid-19

Sekolah akan dibuka, namun 11,25 persen pasien positif Covid-19 dialami oleh anak-anak.
Image title
Oleh Hanna Farah Vania - Tim Riset dan Publikasi
29 November 2020, 09:23

Menjelang wacara sekolah akan dibuka pada 2021, kasus positif anak di Indonesia masih cukup tinggi. Berdasarkan temuan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 yang bertajuk “Analisis Data Covid-19 Indonesia” per 15 November 2020, anak berusia 0-18 tahun berkontribusi menyumbang 11,25 persen pada kasus pasien terinfeksi Covid-19.

Ketua Satuan Tugas Covid-19 Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Yogi Prawira mengatakan proporsinya cukup mengkhawatirkan. “artinya 1 dari 10 orang yang terinfeksi adalah anak di bawah 18 tahun. Ini proporsi cukup mengkhawatirkan," ujar Yogi dalam talkshow BNPB bertajuk Hari Anak Sedunia: Anak Bebas Covid-19, Jumat (20/11/2020).

Ia melihat, anak-anak dapat terpapar dari transmisi orang lain yang serumah dengannya. Oleh karena itu, anak tetap harus melakukan protokol 3M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak) dan memperhatikan protokol VDJ (ventilasi, durasi, dan jarak) ketika bepergian atau bermain. Terutama, anak tetap harus menjaga kekuatan fisiknya dengan istirahat yang cukup, makan dari makanan rumah, cukup aktivitas fisik, dan melakukan vaksinasi.

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan