Tak Ada Hal Penting? Tolak Ajakan Nongkrong

Pembatasan sosial melonggar menjelang libur panjang akhir tahun. Ingat, pandemi masih ada.
Image title
Oleh Hanna Farah Vania - Tim Riset dan Publikasi
8 Desember 2020, 17:40

Pembatasan sosial dirasa kian melonggar menjelang libur panjang akhir tahun. Masyarakat pun semakin banyak yang merencanakan bepergian keluar rumah. Bahkan, sering kali mengadakan pertemuan dengan keluarga dan teman dekat.  Kerap kali, ajakan kumpul-kumpul akibat tekanan pertemanan (peer pressure) membuat kita goyah.

Aktivitas  seperti itu jelas membahayakan karena sumber penularan bisa datang dari mana saja meski bepergian dengan kerabat dekat. Berdasarkan pengumpulan informasi Pandemic Talks, akun Instagram yang mengompilasi dan menyajikan data resmi soal pandemi, satu dari empat orang Indonesia yang melakukan pengecekan swab/PCR terkonfirmasi Covid-19. Bahkan data Satgas Penanganan Covid-19 menunjukkan Indonesia sempat mengalami pelonjakan kasus mencapai 8.369 pada awal Desember lalu.

Dengan demikian, masyarakat perlu secara tegas memberikan batasan dengan menolak ajakan bepergian dari teman atau keluarga. Hal ini bertujuan untuk melindungi diri sendiri, keluarga di rumah, dan kerabat yang mengajak pergi. Upaya menolaknya bisa dilakukan dengan memberikan pengertian dan menghindari perdebatan. Jika kegiatan tetap harus dilakukan, tetap perhatikan protokol 3M (memakai masker, mencuci tangan selama 20 detik, dan menjaga jarak menjauhi kerumunan).

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.