Pakai 2 Masker Lebih Baik

Menurut ahli dari Universitas Harvard, pemakaian masker bedah di bawah masker kain melindungi sekitar 91 persen penggunanya dari berbagai partikel
Image title
Oleh Alfons Yoshio - Tim Riset dan Publikasi
4 Februari 2021, 14:03

Penggunaan masker menjadi hal yang semakin lumrah dan penting bagi semua orang, setidaknya setahun belakangan ini. Menggunakan masker menjadi salah satu cara yang bisa dilakukan untuk menekan penularan pandemi Covid-19.

Awal pekan lalu, ahli imunologi, Dr Anthony Fauci mengatakan memakai dua lapis masker lebih baik dalam upaya melindungi diri dari Covid-19. “Jika Anda punya perlindungan fisik lewat satu lapis (masker), menambahkan satu lapis lagi sangat masuk akal untuk melindugi lebih efektif,” ujar pria yang juga merupakan Direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular Amerika Serikat.

Dalam kolom opininya di The Washington Post, Profesor Joseph Allen, dari T.H Chan School of Public Health, Harvard University, menjelaskan, pemakaian masker bedah di bawah masker kain melindungi sekitar 91 persen penggunanya dari berbagai partikel. Masker bedah dapat bertindak sebagai filter, sedangkan masker kain memberikan lapisan penyaringan tambahan di atasnya. Kedua pakar ini menyarankan alangkah baiknya, pada masa pandemi seperti ini orang menggunakan dua lapis masker atau masker N95.

Masker tipe N95 dan sejenisnya (KN95 dari China, versi FFP1 dan FFP2 dari Eropa, P2 dari Australia-Selandia Baru, KF94 dari Korea, serta DS2 dari Jepang) menjadi pilihan terbaik dalam memberikan perlindungan. Namun, para ahli belum merekomendasikan sepenuhnya masker N95 untuk dipakai di masyarakat umum, karena masker tersebut masih diprioritaskan untuk tenaga kesehatan.

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan