Risiko Penularan Covid-19 Dalam Keluarga

Klaster keluarga itu risiko penularannya 10 kali lipat lebih tinggi dibandingkan klaster yang lain
Image title
Oleh Arofatin Maulina Ulfa - Tim Riset dan Publikasi
28 Februari 2021, 08:23

Penularan virus Corona di Indonesia masih cukup tinggi. Salah satunya melalui klaster keluarga. Pada Kamis (25/2), sebanyak 37 warga dari Banjar Dinas Magetelu, Desa Tista, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, Bali, terkonfirmasi positif Covid-19. Mereka dinyatakan positif dari penularan antarkeluarga atau klaster keluarga.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Karangasem I Gusti Putra Pratama, penularan terjadi karena salah satu warga memiliki gejala Covid-19 pada 14 Februari 2021. Warga tersebut dinyatakan positif Covid-19 setelah melakukan tes swab PCR.

"Keluarga kontak erat kita tracing keluarganya yaitu jadinya 13 orang (positif corona),” ujarnya seperti dikutip dari Kompas.com.

Kisah dari Bali memang bukan yang pertama terjadi. Sebelumnya, Pemprov DKI mencatat 5.662 klaster keluarga pada periode 4 Juni sampai 29 November 2019. Angka ini menyumbang 47,1 persen kasus Covid-19 selama periode tersebut.

Menurut Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Penanganan Covid-19, Dewi Nur Aisyah, risiko penularan Covid-19 yang disebabkan klaster keluarga 10 kali lebih tinggi dibandingkan klaster lain. Hal ini karena keluarga tidak bisa sepenuhnya menerapkan protokol kesehatan jika di rumah.

"Kalau secara teori, kurang lebih klaster keluarga itu risiko penularannya 10 kali lipat lebih tinggi dibandingkan klaster yang lain. Karena anggota keluarga dengan anggota keluarga yang lain pasti akan lebih sulit menjaga jarak," ujarnya dalam diskusi virtual, Selasa (5/1/21).

Untuk itu, penting mengetahui profil resiko anggota keluarga agar dapat mencegah tertular Covid-19. Adapun orang yang masih belum berkeluarga memiliki risiko paling rendah. Sementara keluarga kecil dengan tingkat mobilitas rendah berada pada profil risiko rendah. Jika anggota keluarga memiliki aktivitas yang padat di luar rumah, maka profil risikonya tinggi. Adapun keluarga multi generasi memliki risiko yang paling tinggi. Terlebih jika memiliki mobilitas tinggi dan tinggal di wilayah padat penduduk.

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan