Alokasi Pungutan Ekspor Sawit Masih Timpang

Perkebunan sawit rakyat skala kecil harus jadi prioritas untuk bisa menikmat manfaat dari program biodiesel.
Image title
Oleh Alfons Yoshio - Tim Riset dan Publikasi
18 Maret 2021, 16:01

Indonesia adalah produsen sekaligus eksportir minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil, CPO) terbesar di dunia. Hingga akhir tahun 2019 diperkirakan sekitar 34 juta ton CPO Indonesia diserap untuk konsumsi global.

Mengikuti kebijakan mandatori biodiesel di Indonesia, alokasi dari pungutan ekspor minyak sawit mentah, lebih dari 80 persen diberikan untuk insentif program tersebut. Biodiesel dinilai pemerintah sebagai energi alternatif yang ramah lingkungan. Di sisi lain, produksi CPO, sebagai bahan baku biodiesel, kita juga sangat melimpah.

Sayangnya, kucuran subsidi biodiesel ini sebagian besar diserap oleh perusahaan kakap kelapa sawit. Angkanya sampai 81,8 persen. Berdasarkan laporan Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) tahun 2016, alokasi itu hanya dinikmati empat perusahaan besar. Sementara perkebunan rakyat skala kecil masih belum menikmati manfaat dari program biodiesel.

Di sisi lain pajak ekspor berpotensi menurunkan penghasilan dari produsen sawit, tetapi meningkatkan penghasilan distributor minyak kelapa sawit. Berdasarkan studi empiris, estimasi kerugian yang ditanggung oleh petani kecil produsen minyak kelapa sawit (perkebunan rakyat) mencapai hampir US$70 juta, sementara kerugian perkebunan swasta dan perkebunan milik negara di atas US$ 100 juta.

Belum lagi terkait pembukaan lahan. Pajak ekspor akan cenderung memberikan insentif yang mendorong produsen untuk meperluas lahan. Berdasarkan kajian Faisal Basri, tahun 2019 terdapat 11,75 juta ha lahan sawit tertanam, lahan ini masih memerlukan tambahan 8,3 juta ha lagi untuk memenuhi kebutuhan pemenuhan biodiesel.

Petani kelapa sawit dan/atau pemilik kebun kelapa sawit skala kecil akan sangat diuntungkan jika pajak ekspor dihapus dan subsidi biodiesel kepada produsen CPO juga dihapus. Penghapusan pajak ekspor CPO akan meningkatkan volume ekspor CPO dan harga jual CPO di dalam negeri, sementara penghapusan subsidi biodiesel membuka peluang agar dananya dapat dialokasikan untuk meningkatkan produktivitas petani kelapa sawit.