Perkembangan Usaha Sosial Kreatif Tanah Air

Sektor ekonomi kreatif menyumbang Rp852 triliun terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB) pada 2015. Sektor ini juga turut berkontribusi sebesar 7,3 persen terhadap PDB nasional.
Image title
Oleh Melati Kristina Andriarsi - Tim Publikasi Katadata
20 Mei 2021, 22:12

Sektor ekonomi kreatif menyumbang Rp852 triliun terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB) pada 2015. Sektor ini juga turut berkontribusi sebesar 7,3 persen terhadap PDB nasional. Usaha sosial kreatif juga menyerap lapangan kerja sebesar 13,9 persen.

Adapun sub sektor utama penyumbang PDB pada 2016 adalah kuliner (41,7 persen), fesyen (18 persen), dan kriya (15,7 persen). Sementara sektor dengan pertumbuhan tercepat adalah desain komunikasi visual, musik, dan video animasi. Sektor ini juga telah berkembang dari yang semula 15 sub sektor pada 2009 menjadi 16 sub sektor pada 2015.

Sebanyak 22 persen usaha sosial bergerak di bidang ekonomi kreatif. Sektor usaha sosial kreatif menyediakan 1,5 – 2 persen lapangan kerja inklusif. Berdasarkan data studi “Creative and Social Enterprise in Indonesia” yang diselenggarakan oleh British Council dengan The United Nations Economic and Social Commission for Asia and the Pacific (UNESCAP) dan Asia Venture Philanthropy Network (AVPN) pada 2020 lalu, rata-rata pekerja perempuan yang dipekerjakan adalah 3,8. Sedangkan rata-rata penyandang disabilitas yang dipekerjakan adalah 1,2.

Tak hanya inklusif, usaha sosial kreatif juga berdampak positif bagi sekitar. Sektor ini berpengaruh positif bagi komunitas dan budaya dan berdampak bagi pembangunan lokal dan kelompok sosial rentan.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.