Aksi Unjuk Rasa di Jayapura Ricuh Show
ANTARA FOTO/Dian Kandipi
Image title
31 Agustus 2019, 06:10

Foto: Yang Tersisa dari Rusuh di Tanah Papua

Pekan ini Papua menjadi sorotan dunia. Beberapa media asing mengulas serangkaian demonstrasi yang berujung rusuh seperti di Kabupaten Deiyai pada Rabu (28/8) kemarin. Massa sekitar 100 orang yang semula menyampaikan penolakan terhadap rasialisme dan intimidasi terhadap mahasiswa Papua di Malang dan Surabaya beberapa waktu lalu kemudian menuntut referendum.

(Baca: Kerusuhan hingga Tuntutan Referendum di Papua)

Hari berikutnya demonstrasi merembet jauh ke Jayapura dengan massa yang lebih besar. Karena aksi ini, Ibu Kota Papua itu lumpuh. Kantor Distrik Abepura, Kantor Wilayah Pos Maluku dan Papua, serta Badan Pusat Statistik Papua dikosongkan. Begitu pula sekolah membubarkan kegiatan belajar-mengajar. Kantor Majelis Rakyat Papua (MRP) di Distrik Abepura dibakar massa.

(Baca: Pasca Kerusuhan, Sistem Kelistrikan di Jayapura Mulai Pulih Kembali)

Sejumlah kafe dan hotel juga memilih tidak membuka layanan. Mal Jayapura tutup pukul 12.30 WIT. Hotel Horison Kotaraja tak luput dari sasaran amuk dan lemparan batu massa, saat mereka berorasi dan meneriakkan yel-yel menentang rasialisme.

(Baca: Video: Kontroversi Blokir Internet di Papua)

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.