Aksi Petani Kendeng Show
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Image title
21 Maret 2017, 22:46

Musibah di Balik Aksi Petani Kendeng Menolak Pabrik Semen

Penambangan dan pembangunan pabrik semen oleh PT Semen Indonesia Tbk di Rembang, Jawa Tengah, memicu penolakan sebagian masyarakat. Selama sepekan lebih, puluhan petani asal Pegunungan Kendeng menggelar aksi unjuk rasa di depan Istana Merdeka, Jakarta. Aksi ini berbuntut musibah lantaran meninggalnya salah seorang petani. 

Saban hari sejak Senin pekan lalu (13/3), sejumlah petani Kendeng rela memasung kakinya dengan semen di kantor LBH Jakarta dan berunjuk rasa di depan Istana. Mereka mendesak Presiden Joko Widodo mencabut izin baru operasional Semen Indonesia yang dikeluarkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Sebab, aktivitas penambangan bakal merusak lingkungan Pegunungan Kendeng.

Peserta aksi sempat diterima Kepala Staf Kepresiden, Teten Masduki, pada Senin lalu (20/3). Usai pertemuan, ada petani yang tetap melanjutkan aksi memasung kakinya dan ada yang pulang ke Jawa Tengah. Namun, berdasarkan siaran pers Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBHI), seorang petani, Ibu Patmi, yang memilih pulang kampung malah kemudian meninggal dunia akibat serangan jantung pada Selasa (21/3) ini.

Menyikapi musibah tersebut, para petani menghentikan aksinya sementara dan pulang kembali ke Pati dan Rembang. Jadi, belum bisa diketahui hasil dari aksi penolakan berbuntut musibah tersebut. 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.