Pertamina Klaim Tanda Tangan Kontrak Blok Rokan Cari Waktu yang Pas

Kementerian ESDM mewajibkan Pertamina menggandeng mitra di kontrak baru tersebut.
Image title
4 Februari 2019, 20:48
Sumur Minyak
Chevron

PT Pertamina (Persero) buka suara mengenai mundurnya jadwal penandatanganan kontrak baru Blok Rokan. Awalnya, perusahaan milik negara itu ditargetkan bisa menandatangani kontrak pada Januari lalu, tapi hingga kini belum juga terlaksana.

Direktur Hulu Pertamina Dharmawan Samsu mengatakan mundurnya jadwal penandatanganan itu bukan karena ada masalah. “Kami sedang membicarakan waktu yang pas untuk melakukan tanda-tangan.  Tidak ada kendala,” kata dia kepada Katadata.co.id, Minggu (3/2).

Seperti diketahui, kontrak Blok Rokan akan berakhir tahun 2021. Meski akan habis dua tahun lagi, pemerintah sudah memutuskan pengelolaan blok itu kepada PT Pertamina (Persero). Hingga kontrak selesai, Chevron masih tetap menjadi operator.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan pernah menjanjikan kontrak blok yang berada di Riau ditandatangani bulan ini. Ini karena PT Pertamina (Persero) selaku operator baru telah memenuhi persyaratan kontrak.

Advertisement

Adapun, targetnya kontrak tersebut diteken akhir Januari 2019. “Dalam dua pekan ke depan sudah bisa ditandatangani,” kata Jonan dikutip dari situs Migas Kementerian ESDM Jakarta, Senin (7/1).

Pertamina telah membayar bonus tanda tangan sebesar US$ 783 juta atau Rp 11,3 triliun. Selain itu telah melunasi, jaminan pelaksanaan sebesar 10 % dari komitmen kerja pasti sebesar US$ 500 juta.  Semua dibayar Pertamina pada Jumat, 21 Desember 2018.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pun mewajibkan PT Pertamina (Persero) bermitra di blok tersebut. Ini merupakan bagian dari syarat dan ketentuang yang tertuang di blok penyumbang produksi terbesar di Indonesia.

(Baca: Kontrak Baru Blok Rokan Wajibkan Pertamina Mencari Mitra)

Meski tak menyebut persentasenya, Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar mengatakan mitra Pertamina harus kompenten." Di term and condition-nya ditulis wajib menggandeng mitra yang punya kemampuan di bidang hulu migas," kata dia di Jakarta, Jumat (18/1).

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait