PLTU Sulbagut 1 Ditargetkan Beroperasi Tahun 2020

Pembangkit ini bisa menghasilkan listrik hingga 100 Megawatt (MW).
Image title
30 Januari 2019, 19:21
Pembangkit Listrik
Arief Kamaludin|KATADATA

PT Toba Bara Sejahtera menargetkan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sulbagut 1 di desa Tanjung Karang, Gorontalo Utara, Sulawesi, bisa beroperasi secara komersial kuartal II tahun 2020. Sekarang, PLTU tersebut masih tahap konstruksi.

Adapun, kapasitas pembangkit ini sebesar 100 Megawatt (MW). Sedangkan nilai investasinya sebesar US$ 180-200 juta. PLTU ini masuk dalam proyek 35.000 MW yang dicanangkan oleh pemerintah.

Nantinya, pembangkit ini membutuhkan batu bara hingga 650.000 ton per tahun. Adapun, PLTU Sulbagut I ini masuk dalam proyek listrik 35.000 MW yang dicanangkan oleh pemerintah.

Proyek Sulbagut I ini dikerjakan oleh konsorsium yang berada di bawah PT Gorontalo Listrik Perdana (GLP), yang 60% sahamnya dimiliki oleh Toba Bara. Sedangkan, anggota konsorsium lainnya adalah PT Toba Sejahtra (20%) dan Shanghai Electric Power Construction Co Ltd (20%).

Perjanjian jual beli listrik (Power Purchasing Agreement/PPA) dengan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN)(Persero) dilakukan pada 14 Juli 2016. Sebelumnya, Toba Bara ikut berpartisipasi dalam serangkaian tender terbuka PLN melalui skema Produsen Listrik Swasta (Independent Power Producer/IPP) sejak 2014.

(Baca: Toba Bara Targetkan “Financial Close” PLTU Sulut 3 Selesai Pekan Depan)

Tepat satu tahun setelah penandatanganan PPA, GLP mencapai final pendanaan (Financial Close) dari Bank Mandiri. "Pembangkit ini sudah mulai tahap konstruksi sejak tahun lalu," kata Sekretaris Perusahaan Toba Bara, Elisabeth Novi Sagita Aruan, kepada Katadata.co.id, Rabu (30/1).

Reporter: Fariha Sulmaihati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait