ExxonMobil Bangun 10.000 SPBU Mini di Seluruh Indonesia

Saat ini, ExxonMobil sudah membangun 17 SPBU Mini di Jawa Barat.
Anggita Rezki Amelia
30 Januari 2019, 18:47
ExxonMobil
Arief Kamaludin|KATADATA

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mengatakan ExxonMobil akan membangun Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang tersebar di seluruh Indonesia. Ini merupakan bagian dari rencana kerja Exxon di Indonesia dalam mendukung penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi.

Direktur Bahan Bakar Minyak Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Patuan Alfon mengatakan yang akan dibangun oleh ExxonMobil itu adalah SPBU mini. Dari jumlah itu, perusahaan asal Amerika Serikat itu sudah membangun 17 SPBU mini di Jawa Barat seperti Karawang dan Cikarang.

Saat ini, ExxonMobil masih membutuhkan izin dari camat untuk pembebasan lahan guna pembangunan 10.000 SPBU mini tersebut. "Mereka akan buka di daerah-daerah yang tidak ada penyalurannya, tentunya daerah yang bukan kota besar, " kata dia di Jakarta, Rabu (30/1).

Investasi pembangunan SPBU mini itu, kata Patuan, mencapai Rp 100-150 juta per SPBU mini. Proyek 10.000 SPBU mini ini merupakan rencana jangka panjang Exxon dan targetnya bisa selesai dibangun dalam 2-5 tahun mendatang.

Sebelumnya, BPH Migas mendorong badan usaha swasta yang menjual Bahan Bakar Minyak (BBM) membangun SPBU di luar Pulau Jawa. Ini karena SPBU swasta di luar pulau jawa masih sangat minim.

Kepala BPH Migas M Fanshurullah Asa mengatakan untuk mendorong persaingan sehat dalam usaha penyaluran BBM, BU BBM swasta diharuskan membangun SPBU di luar pulau Jawa. Selama ini, yang gencar memperluas distribusi BBM di luar Pulau Jawa hanya PT Pertamina (Persero).

Padahal, masyarakat di luar Jawa juga membutuhkan pasokan BBM. "Karena rakyat Indonesia bukan hanya dari Jawa. Tidak adil, kasian Pertamina juga," kata dia, di Jakarta, Selasa (11/12/2018).

Fanshurullah tidak menampik, untuk membangun SPBU di luar Pulau Jawa, khususnya di daerah terpencil memang membutuhkan usaha yang lebih. Ini karena aksesnya yang tidak mudah, dan biaya distribusi yang mahal.

(Baca: ExxonMobil Turunkan Harga BBM RON 92 Jadi Rp 9.800)

Namun, Fanshurullah mengatakan, untuk memperluas distribusi BBM di pedesaan, tidak perlu membangun SPBU besar yang biayanya tinggi. "Yang terpenting distribusi, kalau dia besar, dan mahal investasinya tapi banyak orang yang tidak dapat, jadi sayang," kata dia.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait