Target Produksi Batu Bara Kideco 2019 Stagnan di Level 34 Juta Ton

Dari 34 juta ton, 70% untuk ekspor.
Image title
23 Januari 2019, 15:29
Tambang Batu Bara
Donang Wahyu|KATADATA

PT Kideco Jaya Agung tidak mengubah target produksi batu bara tahun ini. Jadi, target produksi tahun ini masih sama dengan tahun lalu yakni 34 juta ton.

Head of Corporate Communication Indika Energy Leonardus Herwindo mengatakan target itu tidak mengalami perubahan karena mempertimbangkan kondisi pasar batu bara. “Tentunya kami juga patuh terhadap peraturan dan perundangan pemerintah,” kata dia kepada Katadata.co.id, Rabu (23/1).

Dari target tersebut, sebesar 70% untuk ekspor, dan sisanya dijual ke dalam negeri. Adapun, negara tujuan ekspornya adalah Korea, Jepang, Taiwan, Tiongkok, India, Hong Kong, Malaysia, Filipina.

Di sisi lain, Kideco berminat untuk memperpanjang kontrak izin tambang yang akan habis pada 2023. Namun, pihaknya masih memantau perkembangan perubahan kontrak tambang dari pemerintah.

Advertisement

"Sangat berencana, tapi menunggu perkembangan kebijakannnya seperti apa," Head of Investor Relations and Corporate Finance Indika Energy Retina Rosabai, di Jakarta, Rabu (24//10).

Adapun, Kideco merupakan perusahaan tambang batu bara yang memegang izin Perjanjian Karya Pengusahaan Batu Bara (PKP2B), yang terletak di Paser, Kalimantan Timur. Luas konsesinya 50,921 hektare. Perusahaan tambang ini berdiri sejak tahun 1982. Estimasi cadangan batu bara yang dimiliki 422 juta ton. Selain itu Kideco memiliki 50 konsumen di 16 negara.

(Baca: Kideco Minat Perpanjang Kontrak Tambang Batu Bara di Kalimantan)

Sedangkan, saat ini pemerintah sedang merevisi Peraturan Pemerintah Nomor 1 tahun 2017. Salah satu poinnya, yakni perusahaan pemegang (PKP2B) bisa mengajukan perpanjangan paling cepat lima tahun dan paling lambat satu tahun sebelum kontrak berakhir. Nantinya, perusahaan yang memegang izin PKP2B tersebut status izinnya akan berubah menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK).

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait