Premier Oil Pasok Minyak ke Pertamina Mulai Maret 2019

Penjualan minyak ke Pertamina ini sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM Nomor 42 tahun 2018, guna mengurangi impor.
Anggita Rezki Amelia
22 Januari 2019, 09:48
minyak
Katadata

Premier Oil akhirnya sepakat menjual minyak mentah bagiannya ke PT Pertamina (Persero) tahun ini.  Langkah tersebut dalam rangka menindaklanjuti Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 42 tahun 2018 mengenai Prioritas Pemanfaatan Minyak Bumi untuk Pemenuhan Kebutuhan Dalam Negeri.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Katadata.co.id, Premier sudah sepakat untuk menjual minyaknya dengan harga sesuai kelaziman bisnis. "Agreement dengan Pertamina sudah deal, dan untuk lifting berikutnya minyak Premier akan dijual di bulan maret," ujar sumber tersebut pekan lalu.

Di konfirmasi ke Pertamina, External Communication Manager Pertamina Arya Dwi Paramita mengaku harus mengecek hal tersebut. "Saya cek dulu ya," kata dia kepada Katadata.co.id, Selasa (22/1).

Sebelum ini, Pertamina telah sepakat dengan 11 kontrak lainnya untuk menjual minyak bagian mereka. Yang terbesar berasal dari Chevron di Blok Rokan Riau.

Advertisement

Dalam tahap awal Pertamina membeli minyak dari Chevron untuk periode enam bulan yakni mulai Januari hingga Juni 2019. Estimasi volumenya diperkirakan mencapai 2,5 juta barel per bulan. Lifting perdana pun sudah dilakukan pada Selasa (15/1).

Kontraktor lain yang telah bersepakat dengan Pertamina adalah RH Petrogas Limited, PT SPR Langgak, PetroChina International Jabung Ltd, dan PT Bumi Siak Pusako. Lalu ada SAKA Pangkah Indonesia Ltd, PT Energi Mega Persada Tonga, Petronas Carigali Ketapang I Ltd, Husky CNOOC Madura Ltd, PT Energi Mega Persada Tbk dan PetroChina International (Bermuda) Ltd.

Seluruh upaya ini dapat mengurangi impor minyak mentah dan kondensat Pertamina sekitar 115.000 barel per hari (bph) dan diharapkan dapat mengurangi pembelian impor menjadi 250.000 bph. Sebelumnya Pertamina masih harus mengimpor minyak mentah dan kondensat sekitar 342.000 bph. 

Saat ini Pertamina juga tengah bernegosiasi mengenai jual beli minyak mentah dengan ExxonMobil. Sebelumnya, kedua perusahaan tidak sepakat mengenai penjualan minyak mentah jatah ExxonMobil dengan alasan harga.

(Baca: ExxonMobil Jajaki Lagi Jual Minyak ke Pertamina)

Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Djoko Siswanto mengatakan ada sekitar 30 ribu barel per hari yang akan dijual ExxonMobil ke Pertamina. "Siapa bilang batal, ini sedang negosiasi dan  saya hubungi presidennya ExxonMobil," kata dia di Jakarta,Rabu (16/1).

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait