Meleset dari Target, Nasib Blok Corridor dan Jabung Diumumkan 2019

Kementerian ESDM dan SKK Migas masih mengevaluasi dua blok tersebut.
Anggita Rezki Amelia
27 Desember 2018, 20:07
Blok migas
Katadata

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) belum memutuskan nasib pengelolaan Blok Corridor dan Jabung yang kontraknya berakhir tahun 2023. Padahal, awalnya, evaluasi dua blok tersebut ditargetkan bisa selesai akhir tahun ini.

Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar mengatakan masih mengevaluasi dua blok tersebut. "Sedang dalam proses, tahun ini tinggal beberapa hari lagi, jadi untuk itu bersabar," kata dia di Jakarta, Kamis (27/12).

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto menargetkan tahun depan keputusan Blok Corridor dan Jabung bisa diumumkan. " Awal tahun 2019 lah," kata dia.

Untuk Blok Corridor ada tiga kontraktor yang berminta mengelola usai kontrak berakhir. Mereka adalah ConocoPhillips, Repsol dan PT Pertamina (Persero).

Advertisement

Perusahaan asal Amerika Serikat ini menggandeng Repsol dan mengajukan satu proposal September lalu. Mereka harus bersaing dengan Pertamina.

Ketiga kontraktor itu merupakan pengelola lama Blok Corridor. ConocoPhillips menjadi operator dengan hak kelola 54%. PT Pertamina memiliki hak kelola 10 % dan Repsol Energy 36%.

Kepemilikan hak kelola Repsol Energy awalnya tidak sebesar itu. Namun setelah membeli hak kelola Talisman Energy Inc senilai US$ 8,3 miliar, perusahaan asal Spanyol itu kini memiliki 36% dari blok tersebut.

ConocoPhilips mulai mengelola blok tersebut sejak 2002 setelah mengakuisisi Gulf Resources. Kontrak Blok Corridor berakhir 19 Desember 2023. Blok ini terletak di daratan Sumatera Selatan.

Sementara di Blok Jabung, PetroChina mengajukan proposal akhir September lalu. Blok Jabung saat ini dioperatori PetroChina International Jabung Ltd dengan hak kelola 27,85 %. Di blok ini Pertamina juga memiliki hak kelola melalui PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Jabung sebesar 14,28 %. Ada juga Petronas Carigali yang menguasai 27,85 % dan PT PP Oil & Gas sebesar 30 %. Kontrak blok ini akan habis pada 26 Februari 2023.

(Baca: Perpanjangan Blok Jabung, Petrochina Tinggal Kirim Proposal Resmi)

Tak hanya PetroChina, Pertamina pun berminat mengelola Blok Jabung. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Djoko Siswanto pernah mengatakan sudah menerima proposal Pertamina tersebut. "Seingat saya sudah," kata dia kepada Katadata.co.id, Kamis (11/10).

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait