Teknologi dan Penggunaan Produk Lokal Masih Jadi Kendala Blok Masela

Pemerintah menginginkan teknologi yang dipilih bisa membuat investasi lebih efisien.
Anggita Rezki Amelia
17 Desember 2018, 17:21
Rig
Katadata

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) hingga kini belum menyelesaikan evaluasi proposal pengembangan (Plan of Development/PoD) Blok Masela. Alasannya, masih ada beberapa indikator yang belum mencapai titik temu.

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan salah satu kendala yang belum mencapai titik temu adalah teknologi. Sampai sekarang SKK Migas dan Inpex Corporation belum ada kata sepakat mengenai teknologi yang akan digunakan di blok tersebut.

Pembahasan teknologi ini penting karena terkait dengan cost recovery (pengembalian biaya operasional). “Teknologi kan harus diyakinkan yang paling optimum. Artinya dari sisi investasi bisa yang rendah,” kata Dwi, di Jakarta, Senin (17/12).

Permasalah lain adalah mengenai penggunaan produk lokal dalam proyek pengembangan Blok Masela. Pemerintah menginginkan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) yang digunakan Inpex Corporation untuk mengelola blok tersebut bisa optimal.

Advertisement

Selain itu, SKK Migas dan Inpex Corporation masih membahas mengenai insentif. Insentif ini terkait dengan keekonomian proyek. Akan tetapi, hingga kini belum ada keputusan mengenai hal itu.

Meski ada masalah, menurut Dwi, PoD Blok Masela akan selesai dievaluasi SKK Migas bulan ini. “Sekarang masih dalam review beberapa aspek. Mudah-mudahan akhir Desember selesai,” ujar dia.

Berdasarkan infomasi yang diperoleh Katadata.co.id, Inpex  justru belum memasukkan resmi dokumen PoD ke SKK Migas. Alasannya, perusahaan asal Jepang itu membutuhkan kepastian perbaikan fiskal yang dijanjikan pemerintah dengan mengubah proyek tersebut dari semula berkonsep laut ke darat.

Menurut sumber tersebut, akibat belum ada kepastian fiskal untuk memperoleh Internal Rate of Return (IRR) 15%, Inpex belum mau mengajukan dokumen PoD-nya. "Menurut Inpex, untuk apa masukkan PoD kalau tidak investable," kata dia.

(Baca: Jadwal Produksi Gas Blok Masela Dipercepat Sebelum 2027)

Adapun mengacu kajian pre-FEED, Inpex menghitung IRR proyek Masela dengan konsep darat di bawah 8%. Untuk itu tidak ekonomis. Menurut sumber tersebut, kemungkinan pemerintah sulit memberi insentif fiskal lantaran pendapatan pemerintah akan berkurang.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait