Tahun Depan, Saka Mulai Studi Awal Cari Migas di Blok West Yamdena

West Yamdena adalah blok migas yang dimenangkan Saka pada lelang tahun 2017.
Anggita Rezki Amelia
14 Desember 2018, 18:48
Rig Minyak
Katadata

PT Saka Energi Indonesia akan mulai melakukan studi awal berupa kegiatan geologi dan geofisika (G&G) di Blok West Yamdena tahun depan. Ini merupakan bagian komitmen pasti setelah berhasil memenangkan blok yang berada di lepas pantai Maluku itu pada lelang tahun 2017.

Kegiatan G&G merupakan tahapan awal eksplorasi migas. Tujuannya untuk memetakan persebaran batuan dan formasi batuan juga struktur geologi di bawah permukaan tanah.

Vice President Exploration PT Saka Energi Indonesia Rovicky Putrohari mengatakan studi G&G ini akan menjadi acuan perusahaan ketika mengakuisisi atau membeli data seismik dari perusahaan jasa survei. Adapun di blok tersebut, Saka memiliki kewajiban seismik 2 dimensi (2D) sepanjang 1.000 kilometer (km).

Survei seismik 2D adalah kegiatan pencarian potensi migas di daratan dengan menggunakan teknologi awal, yaitu dua dimensi. Prinsip kerja teknologi seismik dua dimensi yakni dengan mencatat pantulan getaran dari dalam tanah pada kedalaman tertentu.

Advertisement

Namun menurut Rovicky, pihaknya berencana akan membeli data seismik melebihi dari 1.000 km nantinya. "Iya bisa lebih, pasti kan perlu pengikatan pada sumur/seismik di sekitarnya. Jadi sangat mungkin perlu tambahan," kata dia kepada Katadata.co.id, Jumat (14/12).

Di blok tersebut, anak usaha Saka, yaitu PT Saka Energi Yamdena Barat, menjadi operator. Total nilai komitmen pasti perusahaan itu di West Yamdena mencapai US$ 2,1 juta. Terdiri dari tiga kegiatan G&G dan seismik dua dimensi (2D) sepanjang 1.000 km.

Bonus tanda tangan yang disetor Saka untuk blok tersebut mencapai US$ 500 ribu. Blok West Yamdena mencakup area seluas 8.209 km2. Kontrak blok ini berlaku hingga 13 Mei 2048.

(Baca: Saka Resmi Teken Kontrak Gross Split Blok West Yamdena dan Tanimbar)

Selain West Yamdena, Saka Energi memiliki hak kelola di 10 blok migas dalam negeri dan satu di luar negeri. Blok itu yakni Pangkah, Muara Bakau, Bangkanai, Ketapang, Muriah, dan Blok Fasken yang berada di Amerika Serikat. Blok ini sudah berproduksi.

Sementara, lima blok lainnya belum menghasilkan minyak atau gas karena masih tahap eksplorasi. Blok tersebut adalah West Bangkanai, Wokam II, South Sesulu, Pekawai.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait