Saka Mengebor 14 Sumur dan Akuisisi Blok Migas Tahun Depan

Empat belas sumur tersebut terdiri dari dua pengeboran sumur eksplorasi dan 12 sumur pengembangan.
Anggita Rezki Amelia
Oleh Anggita Rezki Amelia
4 Desember 2018, 14:06
Rig TKBY-2 Blok Pangkah Saka Energi
Saka Energi

PT Saka Energi Indonesia berencana mengebor 14 sumur minyak dan gas bumi (migas) tahun depan. Pengeboran ini merupakan bagian dari rencana kerja anak usaha PT Perusahaan Gas Negara (PGN) untuk mencari cadangan migas dan menjaga kinerja produksi.

Direktur Utama Saka Energi Tumbur Parlindungan mengatakan 14 sumur tersebut terdiri dari dua pengeboran sumur eksplorasi dan 12 sumur pengembangan. Perinciannya, dua sumur eksplorasi di Blok Wokam II, lepas pantai Papua pada akhir tahun depan.  Lalu, satu sumur eksplorasi di Blok Pangkah Jawa Timur. Di Blok Pangkah, dua sumur pengembangan di tahun depan.

Saka juga akan mengebor sumur pengembangann di Fasken Amerika Serikat. “10 di Fasken," kata Tumbur di Jakarta, Senin (3/12).

Tak hanya mengebor sumur, Saka juga berencana mengakuisisi blok migas di tahun depan. Namun, blok tersebut masih dirahasiakan. Upaya akuisisi ini untuk menambah aset perusahaan sehingga bisa meningkatkan cadangan migas pada portofolio Saka.

Meski melakukan pengeboran, Saka mengakui target produksi tahun depan lebih rendah. Tahun depan Saka memproyeksikan produksi migas sebesar 50 ribu barel setara minyak per hari (boepd). Target tahun ini sebesar 62,7 ribu boepd. Rendahnya target tahun depan karena Saka sudah tidak mengelola dua blok migas lagi.

Dua blok migas itu adalah Southeast Sumatra (SES) dan Blok Sanga-Sanga. Dua blok itu habis kontraknya dan diserahkan ke PT Pertamina (Persero).

Menjelang tutup tahun ini, Saka akan mengebor satu sumur eksplorasi, yakni Tambakboyo-3 di Blok Pangkah. Pengeborannya akan dilakukan dua pekan lagi lantaran menunggu kedatangan rig ke lokasi pengeboran. Jika pengeboran tersebut sukses, Saka segera menyusun proposal pengembangan (Plan of Development/PoD) ke Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).

(Baca: Dukungan Keuangan PGN Melemah, Peringkat Kredit Saka Energi Dipangkas)

Saka Energi memiliki 11 hak kelola di blok migas dalam negeri dan satu di luar negeri. Selain Pangkah, blok yang sudah berproduksi adalah Muara Bakau, Bangkanai, Ketapang, Muriah, dan Blok Fasken yang berada di Amerika Serikat.

Sementara lima blok lainnya belum menghasilkan minyak atau gas karena masih dalam tahap eksplorasi. Blok tersebut yakni West Bangkanai, Wokam II, South Sesulu, Pekawai dan West Yamdena.

Video Pilihan

Artikel Terkait