Harga Minyak Brent Turun 2,9% Jelang Sanksi Iran

Salah satu penyebab harga turun adalah kekhawatiran banjir pasokan akibat pengecualian terhadap sanksi yang berlaku 5 November 2018.
Anggita Rezki Amelia
5 November 2018, 10:09
Sumur Minyak
Chevron

Harga minyak mentah jenis Brent mengalami penurunan jelang sanksi Amerika Serikat ke Iran. Penyebabnya adalah kekhawatiran adanya banjir pasokan karena menjelang sanksi tersebut, Amerika Serikat masih memberikan dispensasi kepada beberapa negara untuk bertransaksi dengan Iran.

Harga minyak Brent untuk kontrak Januari 2019 pada perdagangan Jumat (2/11) di bursa ICE Futures Europe turun 2,9% ke US$ 72,50 per barel dari hari sebelumnya. Sementara jika dibandingkan pada perdangangan awal Oktober yang mencapai level tertinggi sejak 2014, harga Brent turun 14,7%.

Penurunan harga juga terjadi untuk minyak West Texas Intermediate (WTI). Untuk pengiriman Desember, harga WTI turun 3,3% menjadi US$ 62,84 per barel.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Michael Pompei mengatakan sanksi Iran akan berlaku mulai Senin, 5 November 2018 waktu setempat. Namun, menurutnya, ratusan bisnis meninggalkan Iran sejak Trump menarik diri dari kesepakatan nuklir pada 2015 lalu. "Seluruh dunia memahami bahwa sanksi ini nyata,"ujar dia mengutip Time, Senin (11/5).

Advertisement

Dengan sanksi tersebut, harapannya, Iran dapat bernegosiasi dengan Amerika Serikat untuk mengakhiri ambisi nuklirnya. Jadi, Iran tidak akan memulai kembali program nuklir.

Penerapan sanksi dari Amerika Serikat ini juga sudah memiliki dampak besar, khususnya pada pengurangan ekspor minyak Iran."Ekspor minyak mentah Iran telah berkurang lebih dari 1 juta barel per hari dan akan terus turun,"kata dia.

Namun, Amerika memberi keringanan bagi beberapa negara untuk bisa membeli minyak dari Iran sementara waktu. Pompeo mengatakan pihaknya memberi delapan negara untuk terus membeli minyak mentah dari Iran.

(Baca: 5 Faktor yang Mempengaruhi Harga Minyak Dunia)

Pompeo tidak merinci delapan negara yang mendapat sanksi. Adapun keringanan itu diberikan lantaran negara tersebut dinilai masih membutuhkan waktu untuk mendapatkan pasokan.

Mengutip Reuters, India, Irak, dan Korea Selatan termasuk dalam negara yang mendapatkan pengecualian sanksi. Ketiganya merupakan konsumen utama minyak Iran. Adapun, pengecualian hanya diberikan hingga 180 hari, sesuai dengan hukum Amerika Serikat.

Reporter: Anggita Rezki Amelia
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait