Direktur Pertamina Hulu Mahakam Diganti

Perombakan ini tidak mempengaruhi kinerja Blok Mahakam.
Image title
16 Oktober 2018, 12:27
Ambil Alih Lapangan Migas Blok Mahakam
Arief Kamaludin|KATADATA
Pekerja sedang beraktifitas pada North Processing Unit (NPU) wilayah kerja Blok Mahakam di Kutai Kartanegara, Minggu (31/12).

PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) melakukan perombakan untuk posisi direktur. Perombakan ini resmi berlaku sejak 1 Oktober 2018.

Vice President Coordination Corporate Communication PT Pertamina Hulu Mahakam Agus Suprajianto mengatakan dengan perombakan itu, Ida Yusmiati tidak lagi menjabat direktur. "Bu Ida sekarang mendapatkan penugasan baru di lingkungan PT Pertamina per 1 Oktober," kata dia, kepada Katadata.co.id, Selasa (16/10).

Ida Yusmiati menjabat sebagai Senior Vice President Upstream Business Development Pertamina. Adapun, pengganti Ida sebagai direktur Pertamin Hulu Mahakam adalah Denie S. Tampubolon.

Namun, Denie hanya menjabat sebagai pelaksana tugas harian. "Jabatannya sampai ada pemilihan direktur definitif lagi," kata Agus.

Advertisement

Denie tidak membantah perihal tersebut. Menurutnya, jabatan itu diserahkan kepadanya karena juga menjabat sebagai Komisaris di Pertamina Hulu Mahakam. “Jadi otomatis kalau Direktur Pertamina Hulu Mahakam kosong menempati posisi tersebut,” ujar dia.

Akan tetapi, menurut Denie, posisi direktur definitif segera terpilih. Sayangnya, ia masih merahasiakan nama dan waktunya. Ini karena itu menjadi keputusan PT Pertamina Hulu Indonesia sebagai induknya.

Selain menjabat sebagai direktur Pertamina Hulu Mahakam, Denie juga masih menempati posisi Direktur Utama PT Pertamina Internasional EP. Meski begitu, rangkap jabatan itu tidak akan mempengaruhi kinerja Pertamina Hulu Mahakam.

Ini karena kinerja Pertamina Hulu Mahakam dipengaruhi oleh kinerja tim. “Itu tidak mempengaruhi kinerja PHM karena saya bisa bagi waktu dan tulang punggung kegiatan operasi ada di General Manager PHM dan seluruh tim,” ujar dia.

(Baca: Jalan Panjang Blok Mahakam ke Pangkuan Pertamina)

Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Wisnu Prabawa Taher menjelaskan produksi gas Blok Mahakam baru mencapai 957 juta kaki kubik per hari (mmscfd) per  5 Agustus 2018. Padahal, target di Rencana Kerja Anggaran (RKA) Pertamina tahun ini mencapai 1.008 mmscfd.

Produksi minyak Blok Mahakam pada periode tersebut mencapai 43 ribu barel per hari (bph). Realisasi ini lebih rendah dari target dalam RKA Pertamina sebesar 46 ribu bph.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait