Kementerian ESDM Sarankan Alutsista Gunakan BBM Pertamina Dex

Alutsista disarankan menggunakan Pertamina Dex karena Solar subsidi dan nonsubsidi harus dicampur minyak sawit. Padahal, minyak sawit belum cocok.
Anggita Rezki Amelia
28 September 2018, 17:30
Microsite Biodiesel
Arief Kamaludin | Katadata
Biodiesel murni dan campuran solar dengan kadar 10 dan 20 persen.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyarankan agar Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menggunakan Pertamina Dex sebagai bahan bakar alat utama sistem persenjataan (alutsista). Ini karena seluruh Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar baik yang subsidi maupun nonsubsidi akan dicampur minyak sawit sebesar 20% atau B20. Padahal, alutsista tidak cocok menggunakan BBM campuran minyak sawit.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM Djoko Siswanto mengatakan saat ini memang belum semua alutsista bisa menggunakan B20. Ini karena masih dalam tahap uji coba, meskipun kebijakan B20 untuk Solar nonsubsidi sudah diberlakukan 1 September 2018.

Jadi, sebagai alternatif, sambil menunggu uji coba, TNI dan Polri bisa menggunakan BBM Pertamina Dex. “Kami sarankan kalau memang belum bisa menggunakan B20, memakai Pertamina Dex,” ujar Djoko di Jakarta, Jumat (28/9).

Menurut Djoko ada beberapa keuntungan menggunakan Pertamina Dex. Mesin alutsista menjadi lebih baik. Ini karena Pertamina Dex memiliki kadar cetane 53. Selain itu, kandungan sulfurnya lebih rendah dari Solar yakni 300 part per million (ppn) dan masuk standar Euro 3. Sedangkan sulfur Solar 3.500 ppm.

Advertisement

Sebelum mengimplementasikan penggunaan Pertamina Dex, Kementerian ESDM membahasnya dengan TNI dan Polri. Tujuannya, untuk mengetahui kebutuhan BBM dari setiap institusi.

Djoko mengatakan sudah bertemu dengan pihak TNI. Mereka mengkonsumsi bahan bakar sebanyak 627.000 kiloliter dalam setahun untuk alutsista.

(Baca: Pemerintah Berlakukan Sanksi Penyaluran B20 Mulai Pekan Depan)

Sementara itu, kebutuhan konsumsi bahan bakar Polri belum ada. “Hari ini kami ingin tanya datanya dari Polri cuma diundur. Polri kan juga punya senjata,” ujar Djoko.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait