Amdal Kedung Keris Disepakati, Produksi Blok Cepu Bisa Meningkat

Kedung Keris ditargetkan bisa berproduksi tahun 2019 dan menghasilkan 10 ribu barel per hari.
Anggita Rezki Amelia
27 September 2018, 20:43
Fasilitas pengolahan minyak di Blok Cepu
Arief Kamaludin|KATADATA

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyetujui amendemen dokumen analisis Dampak Lingkungan (Amdal) proyek Blok Cepu di Jawa Timur. Amendemen ini untuk memasukkan Amdal Lapangan Kedung Keris sebagai bagian dari Blok Cepu.

Amendemen ini merupakan yang kedua kalinya dilakukan ExxonMobil selaku operator Blok Cepu. Perusahaan asal Amerika Serikat itu, pertama kali mengamendemen Amdal tahun 2017. Saat itu, perubahan Amdal untuk mengubah target produksi pada fasilitas produksi utama (Central Processing Facility/CPF)  dari 185 ribu barel per hari (bph) menjadi maksimal 220 ribu bph.

Vice President of Public & Government Affair ExxonMobil Indonesia Erwin Maryoto mengatakan amendemen kali ini terkait status pengembangan Lapangan Kedung Keris. "Kami sudah mendapatkan persetujuan dari KLHK," kata dia kepada Katadata.co.id, Kamis (27/9).

Proyek Kedung Keris ditargetkan bisa berproduksi tahun 2019. ExxonMobil sudah menandatangani kontrak rekayasa, pengadaan dan konstruksi (Engineering, Procurement and Construction/EPC) dengan PT Meindo Elang Indah pada April 2018.

Advertisement

Ketika berproduksi, proyek Kedung Keris ditargetkan bisa menambah produksi Blok Cepu sebesar 10 ribu bph. Hasil produksinya diproses di CPF Blok Cepu. Sehingga Exxon tak perlu lagi membangun fasilitas baru, hanya cukup membangun pipa dari lapangan Kedung Keris menuju CPF Blok Cepu.

(Baca: SKK Migas Restui ExxonMobil Garap Lapangan Kedung Keris)

Pengeboran sumur Kedung Keris-1 dilakukan di daratan hingga kedalaman 7.032 kaki atau 2.143 meter. Sumur ini bersinggungan dengan lapisan minyak setebal 561 kaki atau 171 meter di zona karbonat sasaran.

Lapangan Kedung Keris memiliki cadangan yang dapat diproduksi sekitar 20 juta barel. Lapangan ini terletak 14 kilometer (km) dari Lapangan Banyu Urip yang ditemukan pada 2001 silam.

Erwin menargetkan rata-rata produksi Cepu hingga akhir tahun ini mencapai 208 ribu bph. Ini meningkat dibandingkan target produksi Cepu pada Target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 sebesar 205 ribu bph.

ExxonMobil selaku operator memegang hak kelola Lapangan Kedung Keris sebesar 45%. Kemudian ada PT Pertamina EP Cepu sebesar 45% dan sisanya dipegang Badan Usaha Milik Negara (BUMD).

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait