Dubes AS: Ada Perusahaan Tak Minat Investasi karena Monopoli di RI

Menurut Duta Besar Amerika Serikat Donovan, salah satu penggerak investasi asing baru adalah perusahaan yang sudah lama di Indonesia.
Anggita Rezki Amelia
27 September 2018, 17:26
Duta Besar Amerika Serikat Joseph Donovan
Kedutaan Besar Amerika Serikat
Duta Besar Amerika Serikat Joseph Donovan.

Duta Besar Amerika Serikat Joseph R. Donovan Jr menyampaikan peranan perusahaan asing yang sudah lama berada di Indonesia untuk menarik investasi. Menurutnya, penggerak terbaik untuk mendatangkan investor baru ke Indonesia adalah investor lama.

Setiap perlakuan pemerintah terhadap mitra ekonomi yang sudah ada merupakan sinyal bagi investor baru. Jadi, ketika pemain lama meninggalkan sebuah negara karena ada perubahan aturan atau kontrak, akan menjadi peringatan bagi investor baru untuk berpikir hati-hati sebelum memasuki pasar.

Donovan juga menyebutkan salah satu contoh yang terjadi. Ada perusahaan Amerika Serikat, yang tertarik untuk berinvestasi di sektor infrastruktur Indonesia melalui proses penawaran terbuka. 

Namun, minat mereka akan hilang ketika melihat kekecewaan yang dirasakan perusahaan Amerika Serikat lainnya terhadap praktik monopoli. Padahal, mereka telah menginvestasikan lebih dari US$ 3 miliar di sektor pembangkit listrik Indonesia.

Advertisement

Untuk itu, Donovan berpesan ke pemerintah Indonesia untuk terus menyempurnakan iklim investasinya dalam rangka menarik investasi luar negeri. "Kondisi yang adil dalam berkompetisi akan menguntungkan semua pihak," ujar dia.

Sementara itu, Donovan mengatakan Amerika tetap akan menjalin kerjasama dengan Indonesia. Apalagi selama 70 tahun terakhir kerjasama antar kedua negara terus berlangsung.

Selama 70 tahun kerja sama ada sejumlah proyek yang tercapai. Misalnya terkait investasi sepatu Nike yang kini sudah 30 tahun berada di Indonesia. Dari industri itu lebih dari 171 ribu orang Indonesia bekerja di Pabrik nike yang memproduksi sekitar 143 juta pasang sepatu, dan 41,5 juta alat serta perlengkapan olah raga pada tahun 2018. Produk-produk itu pun dipasarkan ke pasar dunia sehingga menjadi nilai tambah.

Di sektor pertambangan, Donovan mengaku perusahaan Amerika Freeport Indonesia telah berhasil menyumbang Rp 23 triliun dalam bentuk dana pembangunan masyarakat. Sumbangan itu terjadi dalam kurun 1992-2017.

Mengenai Freeport, Donovan akan bernegosiasi dengan menghasilkan solusi yang menguntungkan kedua belah pihak. "Saya secara penuh mendukung presiden Jokowi akan hasil win-win terkait negosiasi perpanjangan izin oprasi dengan pemerintah Indonesia," kata dia.

Kerja sama lainnya Amerika dan Indonesia yang kini sudah terjalin yakni Google. Mereka melatih 100 ribu orang Indonesia untuk membuat aplikasi berbasis androids secara nasional. 

Adapun di sektor kelistrikan , Donovan menjelaskan perusahaan Amerika UPC Renewables berhasil mengeksekusi proyek pembangkit listrik tenaga bayu di Sidrap Sulawesi. Proyek ini pun berhasil melistriki 70 ribu rumah tangga.

(Baca: Puluhan Perusahaan Amerika Tertarik Proyek Listrik 35 GW)

Amerika Ingin Tingkatkan Kerjasama Dagang

Donovan mengatakan salah satu aspirasi mereka untuk masa depan kerjasama dengan Indonesia adalah dengan hubungan dagang. Ini menindaklanjuti kunjungan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita ke Washington DC Juli lalu untuk mencari jalan memperluas bilateral. Dalam kunjungan itu Enggar ingin meningkatkan perdagangan bilateral menjadi US$ 50 miliar per tahunnya.

Ia mengaku percaya perdagangan bilateral kedua negara harus bebas, adil, dan saling menguntungkan sehingga dapat tumbuh secara maksimal ."Apakah menjadi US$ 50 miliar, US$ 100 Miliar, atau US$ 150 miliar du tahun-tahun mendatang," kata dia.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait