Gardu Listrik Digital Pertama di Indonesia Beroperasi Tahun Depan

Penggunaan sistem digital itu berada di Gardu Induk 150 kilovolt (KV) Sepatan II Grid di Tangerang, dan GI 150 KV Teluk Naga II Grid di Jakarta.
Arnold Sirait
13 September 2018, 22:11
Pembangkit Listrik
Arief Kamaludin|KATADATA

Gardu induk listrik dengan sistem digital di Indonesia akan beroperasi mulai tahun depan. Gardu listrik digital ini nantinya akan menggunakan teknologi milik General Electric (GE).

GE dipilih PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) (Persero) untuk menyediakan sistem digital di Gardu Induk 150 kilovolt (KV) Sepatan II Grid di Tangerang, dan GI 150 KV Teluk Naga II Grid di Jakarta. Keduanya, merupakan proyek percontohan PLN dan diklaim penerapan gardu listrik digital pertama di Indonesia.

Country Director GE Grid Solutions Joko Prakoso mengatakan saat ini proyek tersebut masih dalam tahap desain. “Tahun depan beroperasi,” kata dia di Jakarta, Kamis (13/9).

Dengan gardu digital ini, operator memiliki informasi secara riil (real time) tentang listrik yang mengalir di dalam jaringan. Dengan begitu, operator bisa mengambil keputusan lebih cepat. Selain itu, bisa mendapatkan ketersediaan listrik yang lebih besar.

Advertisement

Bentuk gardu digital ini sebenarnya sama dengan yang konvensional. Hanya, membutuhkan kabel yang lebih sedikit. Sehingga, keunggulan gardu listrik digital ini antara lain menghemat kabel tembaga hingga 200 kilometer (km).  

Keunggulan lainnya adalah menghemat hingga 80% untuk biaya kabel dan waktu karena pemantauan dilakukan dengan sistem digital. Jejak karbon juga ditekan sebesar 30%. Lalu, siklus operasional pembangkit 15% lebih lama dari kondisi normal.

Sementara itu, Country Director GE Power Indonesia David Hutagalung mengatakan tantangan terhadap kebutuhan pembangkit dan transmisi tenaga listrik di Indonesia cukup unik. Ini karena Indonesia adalah negara kepulauan. Apalagi, penyebaran populasi penduduk dan tingkat pembangunan belum merata.

(Baca: Proyek Pembangkit Barito Pacific Berpotensi Tertunda)

Meski ada tantangan itu, Indonesia tetap membutuhkan infrastruktur listrik demi mencapai tujuan ekonomi dan sosial. “Maka tak ada jalan lain bagi selain mencari cara yang lebih efisien, lebih terjangkau, lebih dapat diandalkan dan lebih berkelanjutan dalam pembangkitan tenaga listrik dan mendistribusikannya,” ujar David.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait