Lima Wilayah di Indonesia Timur Berpotensi Jadi Ladang Minyak Raksasa

Lima blok itu yakni Selaru (Cekungan Aru-Tanimbar), Arafura Selatan (Cekungan Arafura), Boka (Cekungan Akimeugah), Atsy dan Agats Barat.
Anggita Rezki Amelia
12 September 2018, 10:56
Rig
Katadata

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) merekomendasikan lima wilayah kerja minyak dan gas bumi (migas) untuk dilakukan eksplorasi lanjutan. Ini karena lima wilayah itu berpotensi memiliki cadangan migas dengan skala besar.

Wilayah itu yakni Blok Selaru (Cekungan Aru-Tanimbar), Blok Arafura Selatan (Cekungan Arafura), Blok Boka (Cekungan Akimeugah), Blok Atsy (Cekungan Sahul) dan Blok Agats Barat (Cekungan Sahul). “Badan Geologi merekomendasikan lima wilayah di Kawasan Timur Indonesia yang berpotensi untuk ditemukannya lapangan minyak besar,” dikutip dari website Kementerian ESDM, Rabu (12/9).

Sebelumnya, Badan Geologi telah melakukan survei terhadap lima blok itu menggunakan data-data meliputi seismik 2D, Passive Seismic Tomography (PST), rembesan mikro, penelitian GnG, serta metode lainnya. Ini untuk mengetahui potensi yang ada di lima blok tersebut.

Hasilnya, pada Blok Selaru memiliki potensi (P50) untuk skenario gas sebesar 4.8 Trillion Cubic Feet (TCF) dan skenario minyak sebesar 4060 MMBO. Sedangkan sumber daya potensial di Arafura Selatan untuk skenario gas sebesar 7.36 TCF dan minyak 6144.54 MMBO.

Advertisement

Adapun, Blok Boka total sumber daya potensial untuk gas mencapai 1.1 TCF dan minyak sebesar 930 MMBO. Potensi gas Blok Atsy sebesar 0.9 TCF dan minyak sebesar 750 MMBO. Sedangkan Blok Agats Barat memiliki potensi gas sebesar 0.7 TCF dan minyak sebesar 575 MMBO.

Beberapa blok lain yang juga memiliki potensi migas di antara Wamena sebesar 263.75 MMBO untuk skenario minyak dan 395.625 BSCF skenario gas. Kemudian Teluk Bone Utara dengan potensi 239.79 MMBO skenario minyak dan 1157.27 BSCF skenario gas.  

Lalu Blok Sahul 150.75 MMBO skenario minyak; 180.59 BSCF skenario gas. Blok Buru sebesar 118.54 MMBO skenario minyak dan 118.13 BSCF skenario gas. Ada juga Blok Misool  dengan potensi 69.94 MMBO skenario minyak dan 258.79 BSCF skenario gas.

Namun, potensi itu harus dilakukan eksplorasi lanjutan. Ini akan menjadi kunci bagi peningkatan jumlah cadangan migas terbukti yang kelak dimiliki oleh Indonesia.

(Baca: Jatuh Bangun Kontraktor Menemukan Cadangan Migas Raksasa di Indonesia)

Sejak 2010 hingga 2018, Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), melalui Pusat Survei Geologi telah melaksanakan survei umum geologi migas terhadap 30 cekungan. Survei ini meliputi Survei Cekungan (43 lokasi); Shale Gas (enam lokasi); Rembesan mikro (lima lokasi); Seismik 2D (delapan lokasi); serta Passive Seismic Tomography (PST) (empat lokasi). Dari kegiatan ini dihasilkan sebanyak 36 rekomendasi Wilayah Kerja (WK) Migas yang dikeluarkan dari tahun 2015-2018.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait