KJG Siap Gugat Petronas ke Arbitrase Akhir Agustus 2018

Gugatan ini dilayangkan karena Petronas dianggap tidak kunjung memenuhi kewajibannya.
Anggita Rezki Amelia
7 Agustus 2018, 20:33
Petronas
Arief Kamaludin|KATADATA

PT Kalimantan Jawa Gas (KJG) menyiapkan gugatan arbitrase untuk Petronas Carigali Muriah Ltd atas kekurangan pasokan gas dari Lapangan Kepodang, Blok Muriah. Ini karena perusahaan asal Malaysia itu dianggap tidak memiliki itikad baik menyelesaikan masalah tersebut.

Sekretaris Perusahaan KJG Toto Yulianto mengatakan gugatan itu akan diajukan ke International Chambers of Commerce (ICC) di Hongkong. “Dari prediksi kami, baru akhir Agustus disampaikan kalau bisa terpenuhi,” kata dia kepada Katadata.co.id, Selasa (7/8).

Menurut Toto, perusahaannya sudah menunggu setahun lebih sejak Februari tahun lalu, agar Petronas membayar kekurangan pasokan gas itu. Padahal, di media, Petronas selalu berjanji ingin membayar, tapi tidak kunjung terealisasi.

Musyawarah pun sudah dilakukan. Akan tetapi upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Jadi, arbitrase dinilai sebagai sebagai jalan terakhir yang ditempuh untuk mendapatkan haknya.

Advertisement

Pada 29 Januari 2018, KJG telah memohon kepada BPH Migas untuk melakukan mediasi dan mengeluarkan rekomendasi apabila sampai tanggal 5 Februari 2018 Petronas tidak kunjung menyelesaikan kewajibannya. Kemudian 20 Maret 2018 dan 8 Mei 2018 BPH Migas mengundang para pihak terkait untuk membahas masalah kewajiban Petronas itu.

KJG juga sudah mengirimkan surat pada 11 Mei 2018 ke Petronas agar membayar kewajibannya. Surat KJG itu ditandatangani Direktur Utama KJG, Ismet S.A Pane kepada Presiden Petronas Carigali Muriah Limited. Namun selang 30 hari sejak surat itu dilayangkan, Petronas tak kunjung menyelesaikan kewajibannya.

Adapun, Petronas harus membayar US$ 8,8 juta untuk kekurangan pasokan gas selama tahun 2016. Kemudian, ditambah dengan nilai tahun 2017 yang mencapai US$ 20,6 juta. Sementara itu, untuk tahun 2018 masih perlu diaudit lagi.

Toto mengatakan rata-rata selama tahun 2017, penyaluran gas hanya sekitar 70 MMSCFD. Sedangkan tahun ini turun lagi ke level 50 hingga 70 MMSCFD.

Padahal di dalam kontrak seharusnya gas yang disalurkan sekitar 104 mmscfd. “Arbitrase ini kan minta hak kami. Kalau operasi tidak terganggu, tak ada alasan juga Petronas berhentikan gas,” ujar dia.

(Baca: Petronas Akan Cicil Pembayaran Utang ke KJG)

Direktur Utama PGN, Jobi Triananda Hasjim memastikan penyaluran gas dari Lapangan Kepodang ke Pembangkit Listrik Milik PLN di Tambak Lorok, Jawa Tengah melalui pipa KJG tidak akan terganggu meski ada arbitrase nantinya. "Tak ada urusannya (arbitrase), penyaluran tetap jalan," kata dia di Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (7/8).

Reporter: Anggita Rezki Amelia
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait