Pertamina Pangkas Jumlah Pegawai Blok Sanga-Sanga

Salah satu alasannya adalah produksi di blok tersebut akan turun sehingga tidak memerlukan sumber daya manusia yang banyak.
Anggita Rezki Amelia
31 Juli 2018, 14:41
Menembus Bumi Menjemput Energi (Rig On Shore Pertamina)
ANTARA FOTO/Dedhez Anggara
Project Manager PDSI Jawa - KTI (Kawasan Timur Indonesia), Komedi menyampaikan, 'dari total 10 rig cyber milik PDSI, semuanya tidak pernah berhenti untuk menggarap berbagai proyek eksplorasi. Saat ini ada 4 unit dioperasikan di Pulau Jawa, 3 untuk proyek Geothermal, dan 3 unit di Aceh,”jelasnya. Sebelumnya rig cyber juga pernah dioperasikan di Kalimantan baik untuk keperluan eksplorasi di lingkungan bisnis Pertamina maupun di Kontraktor Kontrak Kerjasama lainnya (KKKS) yang ada di Indonesia.

PT Pertamina (Persero) terus menyiapkan diri untuk mengelola Blok Sanga-Sanga, Kalimantan Timur, yang kontraknya berakhir 8 Agustus 2018. Salah satu persiapannya adalah menyeleksi karyawan untuk bekerja di blok tersebut.

Senior Vice President Upstream Strategic Planning and Operation Evaluation Pertamina Meidawati mengatakan tetap menggunakan karyawan lama yang ada di Blok Sanga-Sanga. Namun, tidak semua bisa bekerja kembali di blok itu.

Saat ini pegawai Blok Sanga-Sanga yang dipakai Pertamina hanya 533 orang. Awalnya jumlah karyawan bisa mencapai 600 orang . “Kan perlu diseleksi. Begitu kontrak blok expired, produksi akan turun. Otomatis pekerja yang diperlukan tidak sebanyak itu,” kata Meidawati kepada Katadata.co.id, Selasa (31/7).

Produksi minyak bumi di Blok Sanga-Sanga memang mengalami penurunan jelang kontraknya berakhir. Sebaliknya, produksi gas bumi di blok tersebut mengalami kenaikan. Ini terlihat dari data Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) selama enam bulan terakhir.

Advertisement

Mengacu data SKK Migas, produksi minyak selama Semester I tahun 2018 mencapai 7.674 barel per hari (bph). Padahal target di Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2018 sebesar 10.000 bph.

Sementara itu, produksi gas bumi sejak awal Januari hingga Juni 2018 mencapai 97 MMSCFD. Adapun target di APBN 2018 dipatok 80 MMSCFD.

Salah satu kriteria untuk tetap bekerja di sana adalah kesehatan dan kinerja. Namun, ada juga yang tidak lolos karena sudah memasuki usia pensiun. Yang lolos nantinya akan menandatangani kontrak sebagai Pegawai Kurun Waktu Tertentu (PKWT) Pertamina.

(Baca: Pertamina Tak Lakukan Pengeboran di Sanga-Sanga Tahun Ini)

Pekerja yang telah diseleksi itu diberikan masa kerja selama satu tahun sejak Pertamina aktif kelola Sanga-sanga Per 8 Agustus 2018 nanti.  Setelah satu tahun, pekerja tersebut akan kembali dinilai untuk memilih yang terbaik. "Pegawai kurun waktu tertentu selama satu tahun akan kami screening," ujar Meidawati.

Reporter: Anggita Rezki Amelia
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait