Blok Brantas dan South Jambi B Diteken Awal Agustus

Kontraktor kedua blok itu masih menyelesaikan persyaratan kontrak.
Anggita Rezki Amelia
26 Juli 2018, 21:05
Migas
Dok. Chevron

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan penandatanganan kontrak gross split  Blok Brantas dan South Jambi B bisa terlaksana bulan depan. Kontrak dua blok ini beberapa kali tertunda karena belum selesainya beberapa persyaratan seperti bonus tanda tangan dan komitmen pasti.

Direktur Pembinaan Usaha Hulu Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ediar Usman mengatakan kontraktor Blok Brantas dan South Jambi B masih menyelesaikan proses pembayaran bonus tanda tangan dan jaminan pelaksanaan."Diharapkan awal Agustus sudah bisa signing," kata dia kepada Katadata.co.id, Kamis (26/7).

Kementerian ESDM terus berupaya mempercepat proses persyaratan agar kontraktor segera menandatangani kontrak. Dengan begitu segera menjalankan program kerja.

Namun Ediar tidak memungkiri proses penyelesaian persyaratan kontrak itu memerlukan waktu. Bahkan untuk mengurus jaminan pelaksaaan kepada pihak bank bisa memakan waktu satu hingga dua pekan.

Advertisement

Walaupun belum selesai, pemerintah optimistis penandatanganan bisa sesuai target. "Iya optimis dululah, kan mereka sudah proses," kata Ediar.

Kontraktor Blok Brantas harus membayar bonus tanda tangan hingga US$ 1 juta. Adapun komitmen kerja pasti lima tahun pertama blok ini dipatok sebesar US$ 115 juta.

Setelah kontrak berakhir, Blok Brantas tetap dikelola kontraktor eksisting. Adapun operator blok Brantas saat ini adalah Lapindo Brantas Inc dengan hak kelola 50%, sementara mitra eksistingnya adalah PT Prakarsa Brantas sebesar 32% dan Minarak Labuan Co, Ltd sebesar 18%.

Dalam kontrak baru Blok Brantas nanti, bagi hasil minyak di blok ini 47% untuk kontraktor, sisanya pemerintah. Sementara gas yang jadi bagian kontraktor sebesar 52% sisanya untuk pemerintah.

Sementara itu bonus tanda tangan Blok South Jambi B mencapai US$ 5 juta. Sementara komitmen kerja pasti lima tahun pertama blok ini dipatok sebesar US$ 32,750 juta.

Blok ini akan diserahkan kepada PetroChina. Bagi hasil gas untuk kontraktor di blok ini sebesar 53%, sisanya untuk pemerintah.

(Baca: PetroChina Ajukan Minat Kelola Blok South Jambi B)

Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Djoko Siswanto pernah mengatakan jika sampai akhir bulan Juli ini, kedua kontraktor belum bisa menyelesaikan persyaratan kontrak, keduanya tidak akan mendapatkan blok tersebut. "Ditarik saja," kata dia di Jakarta, Jumat (13/7).

Reporter: Anggita Rezki Amelia
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait