Genjot Produksi, Saka Mengebor Sumur di Blok Pangkah dan South Sesulu

Saka berharap pengeboran ini bisa menghasilkan migas, sehingga bisa menekan impor.
Anggita Rezki Amelia
26 Juli 2018, 15:16
Rig
Katadata

 

PT Saka Energi Indonesia terus meningkatkan produksi minyak dan gas bumi (migas). Salah satu upayanya adalah dengan mengebor sumur eksplorasi di Blok Pangkah dan South Sesulu. Anak perusahaan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk ini akan mengebor satu sumur di masing-masing blok.

Direktur Utama Saka Energi Tumbur Parlindungan mengatakan pengeboran itu sesuai dengan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) yang disampaikan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) awal tahun ini. Pengeboran ini juga dalam rangka menjaga ketahanan energi nasional.

Adapun nama sumur yang dibor di Blok Pangkah yakni TKBY-2. Tajak sumur di blok ini dilakukan sejak akhir Juni 2018. "Kami berharap proses pengeboran berjalan sesuai rencana dan membuahkan hasil,” kata dia dalam keterangan resmi, Rabu (25/7).

Advertisement

Jika berhasil, pengeboran bisa meningkatkan produksi siap jual (lifting) migas perusahaan. Sehingga bisa mengurangi impor Bahan Bakar Minyak (BBM) yang kebuturuhannya terus meningkat.

Jarak lokasi sumur TKBY-2 ini sekitar 10 km dari fasilitas produksi Well Head Platform-B (WHP-B). Titik pengeboran yang tidak jauh dari fasilitas produksi Blok Pangkah akan meningkatkan skala keekonomian sumur, sehingga sejalan dengan program perusahaan dalam melakukan optimasi fasilitas produksi yang sudah ada.

Manajemen Saka memperkirakan bisa menemukan cadangan migas di Lapisan Tuban, Kujung dan Ngimbang. Saka memiliki 100% hak kelola di Blok Pangkah. “Sebelum memulai pengeboran, kami sudah memberi sosialisasi dan melakukan doa bersama masyarakat nelayan daerah sekitar," ujar Tumbur.

Sumur eksplorasi kedua yang akan dibor SAKA adalah West SIS-A#1 yang berada di wilayah Blok South Sesulu. Tumbur menargetkan sumur tersebut bisa mulai ditajak pertengahan Agustus 2018.

Untuk melakukan pengeboran kedua sumur tersebut, SAKA menggunakan 2 jack-up rig dalam waktu yang hampir bersamaan. “Hanya dengan terus melakukan eksplorasi, Indonesia bisa menemukan cadangan pengganti (reserve replacement)," ujar Tumbur.

Adapun Saka memiliki 11 hak partisipasi di blok migas dalam negeri dan satu di luar negeri. Blok yang sudah berproduksi yaitu Blok Muara Bakau, Bangkanai, Ketapang, Ujung Pangkah, Muriah, Sanga-Sanga, South East Sumatera, dan Blok Fasken yang berada di Amerika Serikat.

(Baca: Tunggu Rig Tiba, Pengeboran Sumur South Sesulu Mundur Lagi)

Sementara tiga blok lainnya belum menghasilkan minyak atau gas karena masih dalam tahap eksplorasi yakni Blok West Bangkanai, Wokam II, dan South Sesulu. SAKA juga baru saja memenangkan Wilayah Kerja Pekawai dan Wilayah Kerja West Yamdena dari lelang terbuka yang dilakukan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). 

Reporter: Anggita Rezki Amelia
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait