Rasio Penggantian Cadangan Migas Diprediksi Menyusut di Akhir Tahun

Penyusutan ini karena tidak ada temuan baru dan cadangan yang ada saat ini harus terus diproduksi.
Anggita Rezki Amelia
11 Juli 2018, 07:00
Rig
Katadata

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) memprediksi rasio penggantian cadangan migas (Reserve Replacement Ratio/RRR) akan menyusut di akhir tahun. Penyebabnya adalah tidak adanya temuan baru, di sisi lain cadangan yang ada saat ini harus terus diproduksi. 

Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Wisnu Prabawa Taher mengatakan RRR hingga akhir tahun ini hanya 74%. Padahal Semester I-2018 bisa mencapai 148%. “Kami kan harus lanjutin produksi sampai ahir tahun, Akan tergerus terus,” kata dia kepada Katadata.co.id, Selasa (7/10).

Capaian 148% itu menurut Wisnu karena ada 26 proposal pengembangan (Plan of Development/PoD) yang disetujui pemerintah. Jadi, agar IRR itu terus meningkat harus ada temuan baru.

Untuk itu, SKK Migas berupaya meningkatkan pengembangan-pengembangan lapangan baru agar bisa meningkatkan RRR. "Diupayakan adanya PoD lagi yang besar untuk bisa masuk di akhir tahun ini," kata dia.

Advertisement

Prediksi tidak tercapainya RRR hingga akhir tahun ini juga disebutkan oleh Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi beberapa waktu lalu. "Karena kan cadangannya berproduksi terus. Meski pertengahan tahun capaiannya tinggi tapi di akhir tahun akan menurun," kata Amien akhir pekan lalu.

(Baca: SKK Migas Klaim Rasio Penggantian Cadangan Migas Indonesia Meningkat)

Adapun dari 26 PoD itu, PoD I Asap Kido Merah di Blok Kasuri menjadi yang paling besar memiliki cadangan migas, yakni sebesar 270,74 MMBOE. Selain itu terbesar lainnya adalah PoD I Merakes yang cadangannya mencapai 145,36 MMBOE. Perinciannya sebagai berikut:

1. PoD Sikladi dengan cadangan sebesar 0,61 MMBOE, 
2. PoD Pematang Phase 2 dengan cadangan 2,64 MMBOE, 
3. PoD Ampuh dengan total cadangan 2.06 MMBOE.
4. PoD West Pangkah dengan total cadangan 3,80 MMBOE.
5. Optimasi DSF Area 1-10 dengan total cadangan 5,74 MMBOE.
6. PoD Benggala dengan total cadangan 1,01 MMBOE
7. PoD Komplek Gandaria dengan total cadangan 0,27 MMBOE
8. POD Meliwis dengan total cadangan 4,01 MMBOE
9. PoD Panen dengan total cadangan 10,41 MMBOE
10. PoD Hitam dengan total cadangan 0,93 MMBOE
11. PoD Petapahan Phase 4 dengan total cadangan 2,38 MMBOE
12. PoD Sedingin dengan total cadangan 0,48 MMBOE
13. PoD Semberah dengan total cadangan 9,39 MMBOE
14. PoP Haur Gede dengan total cadangan 2,85 MMBOE
15. PoD Kujung Gas dengan total cadangan 15,63 MMBOE
16. Optimalisasi Ujung Pangkah (5 sumur) dengan total cadangan 2,87 MMBOE
17. PoD I NW Kenanga dengan total cadangan 7,77 MMBOE
18. PoD I Karamba dengan total cadangan 6,61 MMBOE
19. PoD I Merakes dengan total cadangan 145,36 MMBOE
20. PoD Asap,Kido dan Merah dengan total cadangan 270,74 MMBOE
21. PoD Papa dengan total cadangan 9,66 MMBOE
22. Optimalisasi PoD Kaji Semoga dengan total cadangan 1,43 MMBOE
23. Optimasi PoD Jati Asri dengan total cadangan 15,88 MMBOE 
24. PoD Uniform East dengan total cadangan 14,81 MMBOE
25. PoP NEB Basement-1 dengan total cadangan 0,95 MMBOE
26. PoD I Sinamar dengan total cadangan 42,00 MMBOE

Reporter: Anggita Rezki Amelia
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait