Enam Kontrak Baru Blok Migas Diteken Besok

Enam blok itu terdiri dari lima yang kontraknya berakhir 2020 dan satu habis 2019.
Anggita Rezki Amelia
10 Juli 2018, 18:23
Migas
Dok. Chevron

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana menggelar penandatanganan kontrak baru di enam blok minyak dan gas bumi (migas). Periciannya adalah lima blok migas yang kontraknya berakhir tahun 2020 dan satu yang habis di 2019.

Lima blok yang kontraknya berakhir tahun 2020 yakni Malacca Strait, Brantas, Kepala Burung Blok A, Salawati, dan South Jambi B. Sedangkan blok yang kontraknya habis 2019 adalah Bula.

Dari lima blok yang habis kontrak 2020, sebenarnya hanya tiga yang sudah siap diteken, yakni Malacca Strait, Kepala Burung Blok A, dan Blok Salawati. Ini karena mereka sudah menyelesaikan pembayaran bonus tanda tangan dan menyelesaikan jaminan pelaksanaan (performance bond). 

Sementara sisanya masih dalam proses pembayaran bonus tanda tangan dan jaminan pelaksanaan. Namun, pemerintah tetap optimistis lima kontrak itu bisa diteken besok. "Mudah-mudahan bisa lima blok sekaligus," kata Ediar di Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (10/7).

Advertisement

Jaminan pelaksanaan ini diambil dari komitmen pasti selama lima tahun dari operator blok tersebut. Adapun komitmen pasti dari lima blok itu mencapai US$ 292 juta atau sekitar Rp 4,11 triliun.

Perinciannya, Blok Brantas US$ 115 juta, Malacca Strait US$ 45,75 juta, South Jambi B US$ 32,750 juta, Kepala Burung Blok A US$ 61,72 juta, dan Blok Salawati US$ 36,25 juta. Komitmen kerja pasti itu sebagian besar akan dialokasikan untuk kegiatan eksplorasi di blok-blok tersebut.

Migas
Migas (Dok. Chevron)

 

Blok South Jambi B diserahkan kepada PetroChina. Sementara itu Blok Malacca Strait dikelola Energi Mega Persada (EMP). Blok Brantas diberikan ke Lapindo Brantas Inc. Kepala burung Blok A nantinya dioperatori Petrogas dengan hak kelola 70%. Mereka akan bermitra dengan Pertamina yang memegang hak kelola 30%.

Blok Salawati juga akan dikelola Petrogras dan Pertamina dengan hak kelola masing-masing 70% dan 30%. Bagi hasil kontraktor untuk minyak sebesar 48% sisanya pemerintah. Bonus tanda tangan blok ini ditetapkan US$ 1 juta.

Kontrak lima blok itu seharusnya diteken pekan lalu. Namun, PetroChina yang belum membayar bonus tanda tangan dan jaminan pelaksanaan di Blok South Jambi B. 

(Baca: Lima Kontrak Gross Split Blok Terminasi 2020 Diteken Pekan Ini)

Sementara itu, Kementerian ESDM menyerahkan pengelolaan Blok Bula kepada Kalrez Petroleum. Kalrez sendiri sudah melunasi bonus tanda tangan senilai US$ 1 juta. Selain itu Kalrez juga sudah menyetor jaminan pelaksanaan ke bank sebesar 10% dari komitmen pasti selama lima tahun. Adapun komitmen pasti Kalrez di Blok Bula mencapai US$ 5,25 juta. 

Reporter: Anggita Rezki Amelia
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait