Kinerja Blok Mahakam Dinilai Lebih Tinggi daripada Prediksi Total

Anggita Rezki Amelia
10 Juli 2018, 11:20
Ambil Alih Lapangan Migas Blok Mahakam
Arief Kamaludin|KATADATA
Di 2018, SKK Migas menargetkan produksi minyak blok Mahakam sebesar 42,01 ribu bph, dan target produksi gas sebesar 916 mmscfd. Kedua target ini lebih rendah dari produksi minyak dan gas 2017. Pekerja beraktifitas di Lapangan Senipah, Peciko dan South Mahakam (SPS), Kutai Kartanegara, Rabu (27/12/2017).

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Djoko Siswanto menilai tak tercapainya produksi siap jual (lifting) Blok Mahakam selama Semester I tahun 2018 adalah hal normal. Bahkan capaian itu lebih tinggi daripada yang diprediksi Total E&P Indonesie.

Menurut Djoko, produksi di Blok Mahakam akan turun karena ada masa peralihan operator dari Total E&P Indonesie ke PT Pertamina (Persero). Apalagi PT Pertamina (Persero) yang menjadi operator Blok Mahakam per 1 Januari 2018, baru mengebor setahun lalu.

Di sisi lain, Total ketika masih menjadi operator mengurangi pengeboran. “Di curve itu kan normal. Pertamina baru masuk, Total kan mengurangi mengebor. Jadi turun dulu pasti,” ujar Djoko, Senin (9/7).

Tahun lalu, meski belum menjadi operator, Pertamina sudah membiayai pengeboran 15 sumur yang dikerjakan Total. Kemudian, hingga Juni baru terealisasi 13 sumur dari target 69 pengeboran.

Alhasil, mengacu data Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), lifting minyak PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) hanya mencapai 46.376 bph selama enam bulan terakhir. Padahal targetnya di APBN 2018 sebesar 48.271 bph.

Tak hanya minyak, lifting gas PHM juga gagal mencapai target. Capaiannya 916 juta kaki kubik per hari (mmscfd) atau 83,3 persen dari target 1.100 mmscfd.

Namun, capaian itu menurut Djoko, lebih baik daripada prediksi Total E&P Indonesie. “Lifting 900 mmscfd kan sudah banyak.  Lebih tinggi dari prediksi Total. Total prediksi lima tahun habis, meskipun ada pengeboran juga,” ujar dia.

Sementara itu, pihak Total E&P Indonesie belum berkomentar mengenai prediksi yang disampaikan Djoko. Hingga berita diturunkan, President and General Manager Total E&P Indonesie Arividya Noviyanto belum membalas pesan yang disampaikan. 

Reporter: Anggita Rezki Amelia
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait