Pertamina Jamin Bright Gas 3 Kg Tak Kurangi Pasokan LPG Subsidi

Pertamina mengklaim Bright Gas 3 Kg memiliki pangsa pasar yang berbeda dengan elpiji subsidi.
Image title
5 Juli 2018, 11:16
Uji Pasar Elpiji 3 Kg Nonsubsidi
Pertamina

PT Pertamina (Persero) menjamin kehadiran Bright Gas tiga kilogram (3 kg) tidak akan mengurangi pasokan elpiji (Liquefied Petroleum Gas/LPG) subsidi. Ini karena kehadiran elpiji nonsubsidi berwarna merah jambu itu untuk memberikan pilihan kepada masyarakat.

Menurut External Communication Manager Pertamina Arya Dwi Paramita, Bright Gas 3 kg juga memiliki pangsa pasar yang berbeda, sehingga tak akan berdampak pada elpiji berwarna hijau. “Bright Gas 3 kg tidak berdampak pada pengurangan peredaran elpiji subsidi,” kata dia kepada Katadata.co.id, Rabu (4/7).

Elpiji yang baru diuji pasar di Jakarta dan Surabaya ini juga memiliki kelebihan double spindle valve system (teknologi katup ganda). Sistem itu bisa mencegah kebocoran gas sehingga penggunaannya lebih aman.

Pertamina pun terus mengawasi peredaran gas elpiji nonsubsidi ini sampai tingkat agen. Tujuannnya mencegah adanya penyelewengan, seperti pengoplosan gas elpiji subsidi ke nonsubsidi.

Advertisement

Perusahan milik negara itu juga bersinergi dengan lembaga dan pihak terkait, termasuk pemerintah daerah, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah; serta Kepolisian. “Tentunya kami juga membuka jalur komunikasi langsung dari masyarakat untuk menyampaikan pengaduan atau keluhan melalui nomor telepon 1 500 000,” ujar Arya.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Djoko Siswanto juga menyampaikan tidak ada pengurangan elpiji subsidi dengan kehadiran produk baru itu. “Karena ini untuk menengah ke atas,” ujar dia.

Djoko pun meminta Pertamina mencegah adanya upaya pengoplosan elpiji subsidi dan nonsubsidi. Apalagi produk ini hanya dibedakan warna tabung. Elpiji subsidi berwana hijau, sedangkan nonsubsidi pink (merah jambu).

Dengan kehadiran elpiji nonsubsidi ini harapannya bisa mengurangi penyelewengan subsidi. “Menurut kami kan harusnya elpiji subsidi dipakai orang miskin, yang menengah ke atas tidak boleh. Tapi kan tidak ada yang melarang. Kalau kami sediakan yang nonsubsidi 3 kg, mereka dia bisa pakai itu,” ujar dia.

Opsi lain yang disiapkan pemerintah untuk menurunkan ketergantungan subsidi adalah dengan distribusi tertutup. Targetnya bisa terlaksana tahun 2019. Selain itu, ada bantuan langsung tunai yang digabung dengan bantuan sosial lainnya.

(Baca: Anggaran Subsidi Solar dan Elpiji Tahun 2019 Naik)

Volumenya dalam RAPBN 2019 disetujui Badan Anggaran mencapai 6.825-6.978 juta metrik ton (MT). Tahun ini hanya sebesar 6.450 MT.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait