BP Kirim Rangka Anjungan Proyek Tangguh Train 3 ke Teluk Bintuni

Proyek ini ditargetkan bisa beroperasi tahun 2020.
Anggita Rezki Amelia
26 Juni 2018, 18:55
BP
Arief Kamaludin|KATADATA
ilustrasi BP

BP Berau Ltd terus mempercepat Proyek Tangguh Train 3. Tujuannya agar proyek tersebut bisa selesai sesuai dengan target yang sudah ditetapkan.

Kepala Divisi Program dan Komunikasi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Wisnu Prabawa Taher mengatakan hingga 15 Juni 2018, pengerjaan proyek Train 3 sekitar 44%. "Kegiatan-kegiatan tersebut terus dikerjakan dan akan berlanjut ke 2019," kata dia kepada Katadata.co.id, Selasa (26/6).

Dikutip dari situs resmi BP, salah satu perkembangan dari Proyek Tangguh Train 3 ini adalah selesainya pembangunan rangka baja (jacket) dari anjungan lepas pantai (platform) WDA. Selain WDA, anjungan lainnya yang sedang dibangun adalah ROA.

Saat ini, rangka WDA sudah diberangkatkan dari Karimun, Kepulauan Riau ke Teluk Bintuni di Papua Barat sejak perkiraan 11 Juni ini. Rangka baja seberat 1.900 ton atau setara 12 rumah berlantai satu ini membutuhkan 18 hari perjalanan untuk menuju Teluk Bintuni.

Advertisement

Setelah sampai di Papua, infrastruktur tersebut akan dilepaskan ke laut sedalam 60 meter. Adapun, ketinggian jacket itu dari atas permukaan laut mencapai 69 meter.

Wakil Presiden Proyek BP Asia Pasifik Niall Maguire mengatakan rampungnya konstruksi jaket tersebut menjadi tonggak sejarah bagi keberlangsungan proyek Tangguh train 3. “Kami bangga telah mencapai ini di kuartal kedua, seperti yang direncanakan," kata dia mengikutip situs resmi BP, Selasa (26/6).

Selain rangka baja anjungan WDA, hingga akhir tahun ini ada tiga infrastruktur lainnya yang akan dikirimkan ke Teluk Bintuni dari Karimun. Infrastruktur tersebut yaitu sisi atas platform WDA (top side), lalu pelayaran rangka anjungan ROA dan sisi atasnya.

Targetnya Proyek Tangguh Train 3 akan selesai 2020 dan dua anjungan lepas pantai WDA dan ROA sudah siap beroperasi. Proyek ini diharapkan menambah 3,8 juta ton per tahun (mtpa) kapasitas produksi LNG ke fasilitas Tangguh yang ada. Adapun sebesar 75% dari produksi tahunan LNG dijual ke PT Perusahaan Listrik Negara (Persero).

Proyek Tangguh LNG adalah suatu kawasan pengembangan yang memiliki enam lapangan gas di wilayah Kontrak Kerja Sama (KKS) Wiriagar, Berau, dan Muturi di Teluk Bintuni, Papua Barat. Proyek Tangguh ini sudah memiliki dua train.

(Baca: SKK Migas Upayakan Tekan Biaya Proyek Tangguh Train 3)

Tangguh dioperasikan oleh BP Berau Ltd sebagai kontraktor SKK Migas. BP memegang 37,16% hak kelola di proyek tersebut. Pengelola lainnya adalah MI Berau B.V sebesar 16,30%, CNOOC Muturi Ltd 13,90%, Nippon Oil Exploration (Berau), Ltd 12,23%, KG Berau/KG Wiriagar 10%, Indonesia Natural Gas Resources Muturi Inc sebesar 7,35%, dan Talisman Wiriagar Overseas Ltd. 3,06%.

Reporter: Anggita Rezki Amelia
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait