Pemerintah Timbang Untung-Rugi Formula Baru Harga Minyak Indonesia

Di satu sisi, kenaikan ICP bisa meningkatkan penerimaan negara. Di sisi lain, akan membuat harga BBM lebih mahal.
Anggita Rezki Amelia
26 Juni 2018, 12:13
Sumur Minyak
Chevron

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) masih menggodok formula baru harga minyak Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP). Setidaknya ada beberapa hal perlu diperhitungkan pemerintah sebelum menentukan rumus anyar tersebut.  

Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar mengatakan selama ini ICP masih di bawah harga pasar internasional dengan kualitas yang sama. “Jadi, perlu ada re-adjusment formula biar adil,” kata dia di Jakarta, Selasa (26/6).  

Namun, pemerintah juga perlu berhati-hati dalam menentukan formula baru tersebut. Pertimbangan pertama dalam menentukan resep baru untuk harga minyak Indonesia adalah hak yang akan diperoleh negara.

Jika formula baru itu membuat ICP naik, tentu bisa meningkatkan bagian migas negara. “Kalau dari sisi negara, entitlement milik negara jadi lebih tinggi karena cost recovery itu konstan. Revenue juga naik,” ujar Arcandra.

Advertisement

Di sisi lain, kenaikan harga minyak Indonesia akan berpengaruh terhadap keekonomian kilang PT Pertamina (Persero). Ujungnya bisa mempengaruhi harga Bahan Bakar Minyak (BBM) ke masyarakat, karena Pertamina harus membayar lebih mahal untuk mendapatkan minyak yang diolah di kilang.

Harga BBM seperti Premium, Pertalite dan Pertamax berpotensi meningkat jika ICP naik.  Jadi, pemerintah ingin formula baru ini tetap bisa menjaga keekonomian kilang Pertamina. “Saya meeting pekan ini. Saya akan evaluasi,” kata Arcandra.

Penetapan formula ICP saat ini diatur melalui Peraturan Menteri ESDM Nomor 23 Tahun 2012 tentang Tata Cara Penetapan Metodologi dan Formula Harga Minyak Mentah Indonesia. Dalam aturan itu tim harga minyak Indonesia wajib mengevaluasi formula ICP secara berkala sekurang-kurangnya satu kali setahun.

(Baca: Formula Baru Harga Minyak Indonesia Diterapkan Awal Juli 2018)

Tim harga minyak dapat mengusulkan perubahan formula harga minyak mentah Indonesia dengan beberapa kondisi. Kondisi itu yakni yang menyebabkan perubahan kontinuitas produksi, kestabilan kualitas, ketersedian infrastruktur, atau kestabilan pasar atas suatu jenis minyak mentah.

Reporter: Anggita Rezki Amelia
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait