Pertamax jadi BBM Primadona Selama Mudik Lebaran

Hingga akhir pekan lalu, penyaluran Pertamax mencapai 22,1 juta liter, kondisi normalnya hanya 12,8 juta liter.
Arnold Sirait
11 Juni 2018, 11:42
Motoris Satgas BBM Pertamina
Arief Kamaludin | Katadata
PT Pertamina (Persero) telah menyiagakan 63 titik KIOSK Pertamax di area Jawa dan Sumatera untuk menghadapi libur panjang Hari Raya Idul Fitri 2018. Stand KIOSK PERTAMAX juga akan hadir di beberapa ruas tol fungsional yang akan dilalui Pemudik.

Pertamax menjadi Bahan Bakar Minyak (BBM) menjadi primadona sepekan menjelang Lebaran. Bahan Bakar Minyak (BBM) beroktan 92 ini paling laris di jual selama arus mudik.

Per Sabtu (9/6) pekan lalu, konsumsi Pertamax naik 24% dibandingkan harian normal. Pertumbuhan itu melampaui kenaikan rata-rata BBM secara keseluruhan yakni 7%.

Berdasarkan data Satuan Tugas Ramadhan dan Idul Fitri (RAFI) 2018 Pertamina, Sabtu siang, 9 Juni 2018, penyaluran Pertamax mencapai 22,1 juta liter. Pada kondisi normal, penyaluran rata-rata Pertamax hanya 17,8 juta liter.

Sementara itu, produk unggulan untuk kendaraan diesel yakni Dex naik menjadi 773 ribu liter. Adapun rata-rata harian normal 729 ribu liter. 

Vice President Corporate Communication Pertamina, Adiatma Sardjito mengatakan kenaikan konsumsi itu sesuai estimasi perseroan. "Meningkatnya konsumsi Pertamax dan Dex mencerminkan kesadaran konsumen memakai BBM berkualitas untuk menjaga mesin kendaraan selama perjalanannya," ujar dia berdasarkan keterangan resminya, dikutip Senin (11/6).

Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR III Dian Hapsari Firasati mengatakan konsumsi BBM di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang berada di tol mulai menunjukkan kenaikan.  Kenaikan Pertamax adalah 20% dibandingkan kondisi normal. "Berdasarkan pantauan kami permintaan terus meningkat seiring padatnya kendaraan. Hingga hari ini, kenaikan yang paling tinggi adalah Pertamax," ujarnya.

meningkatnya permintaan Pertamax bukan hanya terjadi di SPBU, tapi di fasilitas Kios BBM Kemasan. "Terutama di titik yang habis mengalami kepadatan cukup tinggi biasanya konsumen langsung mengisi BBM Kemasan. Ini terlihat di KM 33," ujar dia.

Selama arus mudik, Pertamina membuka 60 titik Kios BBM Kemasan yang tersebar di Jawa dan Sumatra. Perinciannya, 54 titik tersebar di Pulau Jawa dan 6 titik sisanya tersebar di Sumatera.

Tak hanya itu, perusahaan pelat merah ini menyediakan BBM berbentuk kemasan 1 liter. Kemasan itu tidak hanya untuk Pertamax dan Pertalite, tapi Premium. Untuk Premium pasokannya hanya 2 kiloliter (KL).

Pertamina juga menyiapkan 200 unit sepeda motor Satgas BBM yang siap diterjunkan saat arus mudik Lebaran 2018 untuk mengirimkan kepada konsumen. Mereka mulai bersiaga sejak 6 Juni 2018.

Masing-masing sepeda motor dibekali 30 liter BBM berjenis Pertamax dan Pertamina Dex dalam kemasan 10 liter. Armada ini beroperasi ketika kemacetan terjadi di jalan tol. Harganya sesuai dengan yang dijual di SPBU.

Di sisi lain, pasokan Premium di beberapa SPBU juga belum pulih. Dari 1.926 SPBU yang sempat mengosongkan Premium, hingga akhir pekan lalu hanya 470 yang sudah menyediakan kembali.

Sementara itu, tak hanya bahan bakar untuk kendaraan bermotor, kenaikan juga terlihat pada konsumsi Avtur. Pada Sabtu (9/6), penyaluran bahan bakar pesawat terbang meningkat 5%, dari rata-rata harian sebesar 16,5 juta liter menjdi 17,4 juta liter. 

Penggunaan elpiji juga terlihat ada peningkatan. Konsumsi elpiji tercatat sebesar 25.8 ribu metrik ton (MT) atau naik 23% dari harian rata-rata yang sebesar 21 ribu MT.

(Baca: Subsidi Elpiji Bengkak Rp 820 M, Pertamina Minta Aturan Penindakan)

Pertumbuhan konsumsi LPG sudah terlihat sejak Selasa 5 Juni 2018, atau H-10 Lebaran. Ketahanan stok LPG juga dalam kondisi aman hingga 17 hari ke depan. Stok ini jauh diatas standar stok nasional yang ditetapkan yakni 11 hari. 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait