Investor Ungkap Kunci Mendongkrak Iklim Investasi Migas Indonesia

Anggita Rezki Amelia
3 Mei 2018, 21:33
Rig
Katadata

 

Pelaku industri hulu minyak dan gas bumi (migas) memberikan beberapa usulan agar iklim investasi di Indonesia lebih menarik. Hal itu disampaian dalam ajang Indonesian Petroleum Association (IPA) ke 42 di Jakarta, Kamis (3/5).

Regional President Asia Pacific of British Petroleum Nader Zaki mengatakan kunci untuk menarik investasi industri hulu migas adalah infrastruktur. Saat ini, iklim investasi di Indonesia masih terganjal minimnya infrastruktur.

Padahal, jika pemerintah meningkatkan pembangunan infrastruktur, investasi hulu migas berpeluang meningkat. "Dengan mengoptimakan infrastruktur yang ada bisa membuka banyak peluang bisnis," kata dia, Kamis (3/5).

Sementara itu Vice President Malaysia Petroleum Management of Petronas Muhammad Zamri Jusoh mengatakan kepastian fiskal adalah faktor penting untuk investasi. Ini karena kontrak di industri hulu migas bisa mencapai 30 tahun. Kontrak itu pun bisa diperpanjang 20 tahun.

Alasan lainnya investasi yang dikeluarkan kontraktor untuk kegiatan hulu migas besar. Jadi perlu aturan yang stabil dan tidak berubah-ubah. "Agar kami yang beroperasi bisa tahu, apakah investasi bisa kembali atau tidak," ujarnya.

Zamri juga menyebutkan beberapa contoh yang dilakukan negaranya di industri hulu migas. Pemerintah Malaysia memberikan insentif fiskal kepada kontraktor untuk menarik investasi. Contohnya, untuk wilayah kerja yang berada di laut dalam akan memperoleh insentif pajak dari 45% ke 38%. Jika berada di daerah marjinal pajak itu turun lagi dari 38% ke 25%.

(Baca: Jokowi: Kalau Ada Aturan Migas yang Menghambat, Lapor Saya)

Adapun menurut Executive Vice President Asia Pasific & Iraq of Eni Franco Polo kunci daya saing investasi adalah birokrasi. Artinya, semakin sederhana proses birokrasi akan menggairahkan investasi. Apalagi untuk mengebor sumur di Indonesia saja membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

Untuk itu perlu adanya upaya agar admistrasi yang harus diurus kontraktor dalam proses pengeboran bisa lebih singkat. "Jika proses administrasi ini bisa cepat, kita senang dan biaya jadi lebih hemat dan lebih cepat," kata Franco. 

 

Reporter: Anggita Rezki Amelia
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait