SKK Migas Minta Penambang Liar di Aceh Timur Ditindak Tegas

Rencananya akan dilakukan penutupan lubang dan dan mengontrol gas yang keluar melalui pipa flare untuk memadamkan api.
Arnold Sirait
26 April 2018, 12:16
Kebakaran Sumur Minyak Ilegal Aceh Timur
ANTARA FOTO/Rahmad
Sejumlah sepeda motor pekerja hangus terbakar di lokasi terbakarnya pengeboran minyak illegal di Dusun Kamar Dingin Desa Pasir Putih, Ranto Panjang Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, Aceh, Rabu (25/4). Terbakarnya sumur minyak Ilegal itu mengakibatkan sebanyak puluhan orang terluka dan sekitar 10 orang meninggal dunia.

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) meminta aparat hukum menindak para penambang minyak liar di Aceh Timur. Ini karena aktivitas tersebut sudah membuat ledakan dan kebakaran di sumur minyak yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa.

Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Wisnu Prabawa Taher mengatakan kejadian kebakaran pada Rabu (25/4) dini hari di Kecamatan Ranto Peureulak Desa Pasir Putih, Aceh Timur bukan dari aktivitas PT Pertamina EP. Namun, dari kegiatan penambangan minyak mentah liar oleh oknum masyarakat.

Menurut Wisnu, penambangan liar ini masih menjadi salah satu masalah yang dihadapi industri hulu migas. Selain merugikan negara, praktik itu juga membahayakan masyarakat dan lingkungan.

Apalagi, menurut Wisnu penambangan liar itu tidak dilakukan dengan kaidah di industri hulu migas. “SKK Migas berharap pihak berwajib dapat menindak tegas pelaku penambangan minyak liar ini,” dikutip dari keterangan pers, Kamis (26/4).

Advertisement

PT Pertamina EP Asset 1 sudah mengirimkan tim lengkap pemadam kebakaran. Rencananya akan dilakukan penutupan lubang dan mengontrol gas yang keluar melalui pipa flare.

Wisnu menyatakan sumber daya alam migas bukan untuk dinikmati oleh oknum-oknum tertentu, tetapi merupakan milik negara yang diusahakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat Indonesia. Sehingga masyarakat diharapkan dapat membantu menyebarkan pemahaman bahwa kegiatan ini bertentangan dengan hukum dan membahayakan.

SKK Migas juga menyampaikan keprihatinan atas adanya kebakaran di sumur minyak ilegal di Aceh Timur. “Kami menyampaikan keprihatinan kepada para korban. Saat ini insiden ini sedang dalam penanganan. SKK Migas dan Pertamina EP siap bekerja sama dengan instansi terkait supaya masalah ini segera bisa teratasi,” ujar Wisnu.

(Baca: Pemerintah dan Pertamina Investigasi Ledakan Sumur di Aceh Timur)

Hingga Rabu petang, ada 18 korban meninggal. Kemudian ada 41 orang luka-luka dan lima rumah terbakar. Sampai saat ini pemadaman api masih dalam penanganan.   

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait