Proposal Disetujui SKK Migas, Santos Segera Garap Lapangan Meliwis

Santos masih mencari pembeli gas dan kondensat dari Lapangan Meliwis.
Anggita Rezki Amelia
12 April 2018, 17:45
Rig Pertamina
Bernard Chaniago | KATADATA

Perusahaan minyak dan gas bumi (migas) asal Australia, Santos segera mengembangkan Lapangan Meliwis di Blok Madura Offshore, Jawa Timur. Ini sebagai tindak lanjut atas persetujuan proposal pengembangan lapangan (Plan of Development/PoD) dari Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas).

Presiden Direktur Santos Ignatius Tenny Wibowo mengatakan sebelum mengajukan PoD ke SKK Migas, perusahaannya telah mengebor beberapa sumur di Lapangan Meliwis tahun 2016 lalu. Namun, dari dua sumur yang dibor, hanya satu yang berpotensi memiliki cadangan migas.

Atas dasar hasil evaluasi itu, Santos kemudian mengajukan proposal pengembangan. "Januari lalu, PoD disetujui SKK Migas," kata Tenny di Jakarta, Kamis (12/4).

Setelah mendapatkan persetujuan SKK Migas, Santos segera melakukan pengembangan. Namun, perusahaan asal Australia itu belum bisa merinci kebutuhan dana untuk mengembangkan lapangan tersebut.

Santos kini mencari pembeli gas dan kondensat hasil produksi Lapangan Meliwis. Setelah mendapatkan pembeli, mereka akan membangun fasilitas produksinya. "Sekarang kami lagi memastikan Perjanjian Jual Belinya dulu, " kata dia.

Meski belum mendapatkan pembeli Santos juga mematok target agar proyek Lapangan Meliwis itu bisa segera beroperasi. Menurut Tenny, perusahaannya menarget awal tahun ini atau akhir 2019 mendatang proyek tersebut bisa beroperasi.

(Baca: Santos Lelang Pengerjaan Konstruksi Proyek Ande-Ande Lumut)

Lapangan Meliwis merupakan proyek ketiga di Blok Madura Offshore yang dikembangkan Santos. Sebelumnya, ada Lapangan Maleo dan Peluang yang sudah berhasil produksi.

Reporter: Anggita Rezki Amelia
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait