Kementerian ESDM Audit Tumpahan Minyak di Teluk Balikpapan

Anggita Rezki Amelia
5 April 2018, 10:50
Kementerian ESDM
Arief Kamaludin | Katadata

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan mengaudit PT Pertamina (Persero) atas putusnya pipa yang menyebabkan tumpahan minyak dan kebakaran di Teluk Balikpapan. Audit ini dilakukan untuk memastikan prosedur yang dilakukan Pertamina selama ini atas kegiatan pengiriman minyak.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM Djoko Siswanto mengatakan jika mengacu aturan yang ada saat ini, setiap lima tahun sekali harus ada pengecekan pipa. Jadi, seharusnya Pertamina pun melakukan hal sama.

Untuk itu, perlu ada audit untuk memastikan prosedur itu dilakukan dengan baik. “Kami akan audit, dilakukan pemeriksaan atau enggak selama lima tahun sekali,” kata Djoko di Jakarta, Rabu (4/4).

Kementerian ESDM juga akan mengirimkan tim investigasi ke lokasi tumpahan minyak dan kebakaran.  Ini untuk mengetahui penyebab putusnya pipa milik Pertamina tersebut. Apalagi pipa tersebut sudah berumur 20 tahun. 

Saat ini, pengecekan pipa sudah dilakukan tim penyelam. Mereka akan mengecek ketebalan pipa dan kadar karat yang ada. Pengecekan oleh tim penyelam ini menurutnya bisa memakan waktu sekitar 2 minggu. 

Meski begitu, Djoko belum mengetahui volume minyak yang tumpah di perairan teluk Balikpapan itu.  "Sekarang kan belum diketahui pipanya bocor kenapa, apakah karena pipa berkarat atau karena jangkar kapal kan," kata dia.

Region Manager Communication Relations & CSR Kalimantan Pertamina Yudy Nugraha mengatakan putusnya pipa ini menyebabkan minyak yang dialirkan ke kilang milik perusahaannya itu tumpah ke laut. Putusnya pipa ini disebabkan oleh faktor eksternal.

Namun, Yudy mengatakan masih mencari tau penyebab dari kebakaran yang terjadi Sabtu (31/4) lalu. “Penyebab kebakaran belum diketahui,” kata dia kepada Katadata.co.id, Rabu (4/4).

Pipa yang putus ini memiliki jarak kurang lebih tiga kilometer dari Terminal Lawe-Lawe. Kedalamannya mencapai 25 meter di bawah permukaan air. Adapun, diameter pipanya sebesar 20 centimeter (cm) dan memiliki ketebalan 22 milimeter.

(Baca: Pertamina Investigasi Kebakaran di Teluk Balikpapan)

Menurut Yudy, saat ini kondisi lokasi kebakaran yang terjadi Sabtu (31/3) lalu di Teluk Balikpapan itu sudah dapat ditangani. “Pantai juga sudah mulai normal lagi,” ujar dia.

Reporter: Anggita Rezki Amelia
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait