Pertamina: Ada Pipa Minyak yang Putus di Teluk Balikpapan

Sebelumnya, Pertamina menyatakan hasil uji laboratorium terhadap contoh ceceran minyak menunjukkan minyak berasal dari bahan bakar kapal.
Arnold Sirait
4 April 2018, 20:06
Kebakaran Teluk Balikpapan
ANTARA FOTO/Sheravim
Sebuah kapal mendekati lokasi pertama kali munculnya api di perairan Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur, Sabtu (31/3).

PT Pertamina (Persero) menyatakan ada pipa minyak yang putus di lokasi kebakaran Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur. Pipa tersebut mengalirkan minyak mentah dari Terminal Lawe-Lawe ke Kilang RU V yang terletak di Balikpapan.

Region Manager Communication Relations & CSR Kalimantan Pertamina Yudy Nugraha mengatakan putusnya pipa ini menyebabkan minyak yang dialirkan ke kilang milik perusahaannya itu tumpah ke laut. Putusnya pipa ini disebabkan oleh faktor eksternal.

Namun, Yudy belum mau menyebut putusnya pipa dan tumpahnya minyak ke laut itu adalah penyebab dari kebakaran yang terjadi Sabtu (31/4) lalu. “Penyebab kebakaran  belum diketahui,” kata dia kepada Katadata.co.id, Rabu (4/4).

Pipa yang putus ini memiliki jarak kurang lebih tiga kilometer dari Terminal Lawe-Lawe. Kedalamannya mencapai 25 meter di bawah permukaan air. Adapun, diameter pipanya sebesar 20 centimeter (cm) dan memiliki ketebalan 22 milimeter.

Advertisement

Menurut Yudy, saat ini kondisi lokasi kebakaran yang terjadi Sabtu (31/3) lalu di Teluk Balikpapan itu sudah dapat ditangani. “Pantai juga sudah mulai normal lagi,” ujar dia.

Sebelumnya, manajemen Pertamina menyatakan hasil uji laboratorium terhadap contoh ceceran minyak dari dua lokasi berbeda merupakan bahan bakar kapal. Artinya itu jenis bahan bakar tersebut tidak diproduksi di Kilang Balikpapan.

(Baca: Pertamina Investigasi Kebakaran di Teluk Balikpapan)

Kejadian ini tidak berpengaruh terhadap kondisi operasional kilang milik Pertamina. Terminal BBM dan Depot LPG di Balikpapan juga tetap beroperasi normal menyalurkan bahan bakar untuk masyarakat.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait