Awal Mei, Pertamina Teken Kontrak Lapangan Mansouri di Iran

Pertamina masih mencari mitra untuk mengelola Lapangan Mansouri di Iran.
Anggita Rezki Amelia
28 Maret 2018, 19:02
Sumur Minyak
Chevron

PT Pertamina (Persero) menargetkan penandatanganan kontrak Lapangan Mansouri di Iran bisa terlaksana Mei mendatang. Ini mundur dari target awal yakni April 2018. Penyebabnya karena Pertamina harus mencari mitra lainnya untuk berbagi risiko dalam mengelola lapangan minyak itu.

Direktur Hulu Pertamina Syamsu Alam mengatakan sebenarnya sudah mempunyai mitra yang memegang hak kelola 20%. Mitra ini adalah perusahaan lokal. Itu merupakan syarat yang diajukan pemerintah Iran kepada Pertamina untuk menandatangani kontrak.

Namun, mitra itu dirasa belum cukup. Alhasil, Pertamina merasa masih perlu mencari mitra baru. Tujuannya untuk membagi risiko. Apalagi, Iran sampai saat ini masih mendapatkan sanksi dari Amerika Serikat.  

Sampai saat ini ada beberapa perusahaan lokal di Iran dan internasional yang berminat menjadi mitra Pertamina. Proses pencarian mitra itu juga masih berjalan. Syamsu urung merinci berapa persen hak kelola yang akan diberikan Pertamina kepada mitranya.

Advertisement

Di lain kesempatan, Syamsu pernah mengatakan dari 80% hak kelola yang tersisa, Pertamina akan memegang 30-35%. Sisanya akan diberikan kepada mitra.

Meski begitu, Pemerintah Iran juga memberi kelonggaran bagi Pertamina. “Pemerintah Iran kasih kemudahan kalau belum dapat mitra sampai awal Mei, tidak apa–apa.  Pertamina dulu yang signing," kata dia di Jakarta, Rabu, (28/3).

Syamsu mengatakan lapangan Mansouri adalah lapangan migas berproduksi. Pertamina berjanji setelah menjadi operator akan meningkatkan produksi ke 250 ribu barel per hari (bph) dalam lima tahun ke depan. Saat ini produksi minyaknya bisa mencapai 60 ribu bph.

Hasil produksi itu juga akan dibawa ke Indonesia. "Nanti pada saat itu bisa diproduksikan, proyek modifikasi kilang (RDMP) sudah jalan," kata dia.

(Baca: Dapat Restu Iran, Pertamina Bersiap Jadi Operator Lapangan Mansouri)

Kerja sama ini merupakan hasil kunjungan Presiden Joko Widodo saat melawat ke Iran akhir tahun 2016. Langkah itu juga sejalan dengan upaya Pertamina untuk terus agresif mengembangkan bisnis hulu migas di luar negeri.

Iran merupakan negara dengan cadangan minyak terbesar ke-4 di dunia. Total cadangan minyak terbukti di negara tersebut mencapai 157 miliar barel atau setara 9,3 persen dari total cadangan terbukti di dunia. Iran juga memiliki cadangan gas terbukti terbesar di dunia sebesar 1,200 triliun kaki kubik (TCF), yang setara dengan 18,2 persen dari total cadangan dunia.

Reporter: Anggita Rezki Amelia
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait