PGN Siapkan Gas Terkompresi ke Pelanggan Terdampak Pipa Bocor

PGN memperkirakan pasokan kembali normal Rabu, 14 Maret 2018.
Arnold Sirait
13 Maret 2018, 10:13
PGN
PGN
ilustrasi PGN.

PT Perusahaan Gas Negara/PGN (Persero) Tbk tetap menyalurkan gas bumi kepada pelanggan apartemen di Kalibata City. Ini sebagai upaya penanggulangan akibat bocornya pipa gas di Jalan M.T. Haryono, Cawang, Jakarta Timur.

Sekretaris Perusahaan PGN Rachmat Hutama mengatakan untuk penggantian terkendalanya pasokan akibat pipa gas bocor itu, telah dialokasikan gas terkompresi (Compressed Natural Gas/CNG). “Update dari tim pasokan pagi ini, pelanggan di Kalibata City sudah dilayani dengan CNG,” kata dia berdasarkan keterangan resminya, Selasa (13/3).

Seperti diketahui, sekitar pukul 19.00 WIB, Senin malam (12/03) terjadi kebocoran pipa gas akibat proses pengecoran tiang pancang kereta api ringan (Light Rail Transit/LRT). Akibatnya pasokan gas ke pelanggan PGN di Rusun Bidara Cina dan Apartemen Kalibata City harus terhenti. Alasannya tim PGN menerapkan skema buka tutup valve untuk meminimalisir kebocoran. 

Menurut Rachmat, penyaluran gas dalam bentuk CNG ke pelanggan yang terdampak ini perlu dilakukan lantaran pipa gas bocor belum bisa diperbaiki. “Hingga saat ini kami di site belum bisa melakukan perbaikan apapun karena di lokasi masih terpasang police line,” ujar dia. 

Advertisement

Rachmat mengatakan perbaikan akan dimulai setelah garis polisi dicabut. Perkiraannya penyaluran gas kembali normal pada Rabu, 14 Maret 2018.

Saat ini, tim masih berkoordinasi dengan kepolisian dan Tim Independen Pemeriksa Keselamatan Migas (TIPKM).  “Tim kami terus bersiap di lapangan untuk segera melakukan perbaikan setelah police line dicopot dan TIPKM selesai mengevaluasi,” kata Rachmat.

(Baca: PGN Dapat Penugasan Bangun Pipa Gas Lebih Banyak Daripada Pertamina)

Hingga saat ini PGN juga belum menghitung kerugian yang dialami. Alasannya perusahan masih fokus terhadap pelayanan ke konsumen.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait